Oleh Muhamad Arropiansyah
Pagi itu, Sabtu 5 November 2022 pukul 08.00 WIB, terlihat beberapa anak muda, laki-laki dan perempuan, yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Sejarah dan Pejuang Waktu nampak berkumpul di SMAN 1 Cijeruk. Mereka akan melaksanakan kegiatan ziarah ke situs makam jerman yang terletak di Desa Sukaresmi Kec Megamendung Kab. Bogor. Kegiatan yang ini diikuti oleh 11 orang muda-mudi itu dibimbing oleh Guru SMAN 1 Cijeruk, yakni Bapak Sutanandika, Bapak Dwiyoso Nugroho dan Ibu Khoeru Mahmudah.
Sebelum menuju lokasi peserta terlebih dahulu berkumpul untuk melakukan briefing mengenai perjalanan menuju ke lokasi dan menyampaikan kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan di sana. Perjalanan ke lokasi Makam Jerman yang berjarak kurang lebih 18 KM dari SMAN 1 Cijeruk dimulai pukul 08.30 WIB. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 70 menit, karena jalan yang kecil dan berkelok menjelang lokasi dan lalu lintas di akhir pekan yang cukup ramai. Sampai di lokasi kira-kira pukul 09.30.
Setelah sampai di lokasi peserta melakukan doa dan melihat-lihat lokasi sekitar pemakaman dan tentunya objek makam. Di dalam area situs seluas sekitar 300 meter persegi berdiri monumen setinggi 4 meter di undakan paling atas areal makam diapit oleh patung mungil berupa Ganesha dan Buddha. Di tubuh monumen terukir untaian kalimat berbahasa Jerman, yang artinya berbunyi “Untuk para awak Armada Jerman Asia Tenggara yang pemberani 1914. Dibangun oleh Emil dan Theodor Helfferich 1926”.
Dekat pintu masuk, berdiri tugu peringatan Deutscher Soldatenfriedhof yang dibangun Kedubes Republik Federal Jerman di Jakarta untuk menghormati prajurit Jerman yang gugur. Sementara di dekat tugu, delapan batu nisan berbentuk “Eisernes Kreuz”atau salib baja simbol militer Jerman berjajar rapi. Dua makam lainnya berada di undakan paling bawah dan bertuliskan “Unbekannt” atau tidak dikenal.
Dilansir dari Situs Resmi Kabupaten Bogor, bahwa keberadaan makam jerman di Megamendung tersebut berawal dari Hellferich bersaudara. Dulu ada kakak beradik Jerman bernama Emil dan Theodor Hellferich membeli tanah di Sukaresmi seluas 900 hektar dan membangun perkebunan teh. Pada tahun 1926, mereka membangun tugu untuk mengenang teman-temannya yang gugur dalam PD I.
Setelah melihat-lihat area situs dan mengambil beberapa gambar foto maupun video, anak-anak muda yang bersemangat itu kemudian melanjutkan dengan kegiatan memungut sampah dan menanam pohon. Selain kunjungan ke makam jerman rencananya Komunitas Pecinta Sejarah dan Pejuang Waktu juga akan melaksanakan hal serupa ke situs lainnya
Dwiyoso Nugroho, salah seorang pembimbing dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan kunjungan ke makam jerman ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang situs bersejarah yang ada di di wilayah Bogor dan sekitarnya kepada generasi muda. Meskipun ini adalah pemakaman orang-orang Jerman, namun keberadaannya merupakan bagian dari sejarah bangsa. Selain itu kunjungan ini juga dapat memberikan pengetahuan sejarah Indonesia yang tidak diajarkan di sekolah.
Baca Juga: Kisah Hidup Bunda Corla di Jerman Diangkat Media Asing Deutsche Welle
Berita Terkait
-
Sejarah Singkat Hari Pahlawan 10 November 1945, Pertempuran Besar di Surabaya
-
Rumah Budaya Kratonan Solo Hadirkan Destinasi Sejarah dengan Kemasan Kekinian
-
Genap Dua Tahun, Status Siaga Gunung Merapi Jadi yang Terpanjang Dalam Sejarah
-
Sejarah Hari Pahlawan, Mengenang Peristiwa 10 November di Surabaya
-
Usung Non Motorized Heritage Trail, Begini Usulan Penataan Kawasan Wisata Sejarah Metro Versi Mahasiswa ITERA
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Kisah Romansa Antara Mei Li dan Lung di Film Bangkok Traffic (Love) Story
-
Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK
-
Dear Tante: Saat Sosok "Aunty" Hadir Menjadi Support System Hangat bagi Ibu Baru
-
Sudewo Jalani Sidang Perdana, Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp3,8 Miliar
-
Disambut Riuh Mahasiswa, Wapres Gibran Buka Pintu Setwapres untuk Pendemo
-
Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM dalam Program MBG
-
DPR Gelar Rapat Tertutup Bahas Anggaran dengan BGN, Ada Apa?
-
Dana Pendidikan Dikuras Buat MBG, Pemerintah Terancam Gugatan Ganti Rugi Triliunan!
-
Guru Keluhkan MBG Ganggu KBM, Pembagian Makanan hingga Ompreng Sita Waktu Belajar
-
HP Samsung RAM 8 GB Apa Saja? Ini 3 Pilihan Terbaik dan Termurah sesuai Review