- Perwakilan guru menyampaikan keluhan di Mahkamah Konstitusi pada 15 Juni 2026 mengenai beban kerja tambahan program makan gratis.
- Pelaksanaan pembagian makanan bergizi di sekolah terbukti mengganggu jam belajar efektif serta menyita waktu persiapan mengajar para guru.
- Program makan gratis berdampak negatif pada ekonomi guru honorer karena penurunan pendapatan dari kantin sekolah yang kehilangan pembeli siswa.
Suara.com - Proses belajar-mengajar di sejumlah sekolah disebut terganggu akibat beban teknis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai justru dibebankan kepada para guru.
Keluhan tersebut disampaikan perwakilan guru dalam sidang lanjutan uji materi Undang-Undang APBN 2026 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (15/6/2026).
Program yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa itu dinilai mengurangi jam belajar efektif sekaligus menambah beban kerja guru di luar tugas utamanya sebagai pendidik.
Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, mengatakan gangguan terhadap proses pembelajaran kini sudah dirasakan langsung oleh para guru di lapangan.
"Guru terlibat dalam pembagian MBG. Dia harus mengantarkan, menali-nali, dia harus mengumpulkan lagi, dia bertanggung jawab kalau bermasalah, kalau omprengnya hilang," kata Iman usai persidangan.
Dinilai Ganggu Kegiatan Belajar Mengajar
Iman menjelaskan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan koalisi terhadap para guru, pelaksanaan pembagian makanan bergizi gratis kerap menyita waktu produktif di sekolah.
Mulai dari pembagian boks makanan hingga pengumpulan kembali wadah makan (ompreng), seluruh proses tersebut disebut berlangsung saat jam efektif kegiatan belajar mengajar (KBM).
"Hampir semua guru yang kami survei menyatakan MBG adalah gangguan terhadap pembelajaran di sekolah. Waktu istirahat pun tidak ada, waktu persiapan mengajar menjadi berkurang," ujarnya.
Baca Juga: Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG
Meski demikian, Iman mengakui pihaknya belum memiliki data yang menunjukkan dampak jangka panjang program tersebut terhadap hasil belajar maupun kemampuan akademik siswa.
"Kami baru bisa membuktikan ada gangguan terhadap belajar di sekolah. Apakah itu berdampak terhadap evaluasi akhir seperti ujian dan juga TKA, kami belum melakukan," jelasnya.
Guru Honorer Kehilangan Penghasilan Tambahan
Selain memengaruhi kegiatan belajar mengajar, Iman mengatakan pelaksanaan MBG juga berdampak pada kondisi ekonomi guru honorer dan guru PPPK paruh waktu.
Menurutnya, sebagian dari mereka selama ini mengandalkan pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Salah satunya dengan berjualan di kantin sekolah.
Namun, sejak adanya Program MBG, aktivitas kantin disebut mengalami penurunan karena siswa telah mendapatkan makanan dari pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Naoko Karya Keigo Higashino: Saat Jiwa Seorang Ibu Hidup dalam Tubuh Putrinya
-
Muncul 'Narasumber Liar' di Kasus Kematian Sutrimo, Kades Wlahar: Dia Bukan Keluarga
-
Reuni Akbar! Krakatau dan Karimata Siap Manggung di JGTC Besok Malam
-
5 Sunscreen dengan Finish Glowing Natural Terbaik sesuai Review dan Harga
-
BGN Rilis Aplikasi Reviu MBG: Apakah Digitalisasi Menjawab Akar Masalah?
-
Kredit Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Bank Danamon Naik 33% di Semester I-2026
-
Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud Perkuat Pemberdayaan UMKM
-
Isuzu Pamerkan Mobil Rumah ELF NLR Campervan di GIIAS 2026
-
Kartu ATM Tertelan, Saldo Rp17 Juta Raib, Begini Kronologi yang Dialami Nasabah di Palembang
-
Ruben Onsu Dituduh Selingkuh Gara-gara Kasur, sang Pengacara Tantang Bukti