Pojok literasi menjadi hal yang biasa kita jumpai di berbagai tempat. apalagi sejak gerakan literasi nasional digaungkan. Programnya pun beragam, dari Reading Group yang serius membaca salah satu karya yang dianggap bermutu sampai dengan liliterasian demi tidak ditegur oleh atasan atau instansi induk. Sangatlah wajar jika pojok literasi ada di sekolah-sekolah, menjadi kurang ajar jika kemudian perpustakaan sekolah minim koleksi bermutu. cara memeriksanya mudah, periksa laporan dana BOS yang diterimanya. Bagaimana kemudian bisa menjadi sekolah yang bermutu jika tidak ada bahan bacaan yang layak untuk para guru dan siswanya.
Sesuatu yang luar biasa ada di Desa Warung Menteng Kecamatan Cijeruk Bogor. Sebuah pencucian mobil menyediakan pojok baca, buku-bukunya cukup bagus dan tertata rapi, dan didominasi buku-buku religius. Kemudian buku-buku motivasi dan ilmu pengetahuan. kursi dan mejanya pun nyaman untuk duduk dan membaca. Paduan lainnya adalah koleksi tanaman hijau melengkapi tata ruang yang hijau. Pengelola sengaja menyediakan buku-buku tersebut bertujuan agar para pengunjung tidak hanya duduk bengong atau bermain internet.
Tampak pembacanya adalah supir truk air kemasan dan supir dump truck, setelah bertegur sapa, memesan kopi kemudian mereka membaca buku. mereka membaca buku-buku religius sebagai pengganti pengajian yang jarang disinggahi karena sibuk bekerja. Minimal kami diingatkan tentang agama dan kebaikan kalau membaca buku itu ujarnya. Tidak hanya para pengunjung yang membaca buku tersebut. Awal mula buku-buku tersebut disimpan ditempat tersebut karena para pegawai ketika menunggu ada pelanggan salah satu kegiatannya adalah membaca buku.
Wikipedia bersumber dari Kemdikbud menuliskan Gerakan Literasi Nasional atau GLN adalah induk gerakan literasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Cikal gerakan ini adalah Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Lembaga yang menjadi koordinator gerakan ini adalah Badan Bahasa yang sejak tahun 2019 berubah nama menjadi Badan Bahasa dan Perbukuan. Fokus utama GLN meliputi literasi dasar yang terdiri atas enam aspek, yaitu literasi baca-tulis, numerasi, sains, finansial, digital, dan budaya & kewargaan. GLN memiliki tiga turunan program, yaitu Gerakan Literasi Sekolah, Gerakan Literasi Keluarga, dan Gerakan Literasi Masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement