Sukabumi.suara.com - Pasca mendapat kritikan, Jerome Polin akhirnya menyampaikan permintaan maaf soal konten yang ia buat bersama dua orang temannya yang merupakan mahasiswa Kedokteran Universitas Indonesia.
"Terkait permasalahan tentang konten memakai atribut dokter disertai teks pada video, aku mohon maaf" tulis Jerome.
Di saat bersamaan, Jerome juga memberikan klarifikasi mengenai pembuatan konten.
Menurut Jerome, teks yang dimuat dalam video yang viral ditujukkan untuk gerakan jogetnya yang dinilai tidak kompak.
"Aku sudah melihat teks yang ada di video itu juga dan aku pikir teks itu ditujukan untuk gerakan kami di video itu" tambah Jerome.
Jerome juga memastikan jika ia tidak ada maksud menyinggung hal lain yang sebelumnya banyak dituduhkan warganet.
Sayangnya bukan respon spositif, permintaan maaf Jerome justru balik dibalas dengan candaan, dan kritik tak kalah tajam dari netizen lainnya.
"Minta maaf jika ada yang tidak berkenan / menyinggung. Hmmmm pernah kenal adab, etika dan tata krama selain matematika?? Itu dasar kunci pergaulan. Siapapun kamu. Apapun pencapaianmu." ujar akun Judith Lubis di media sosial Twitter.
"Lo tuh emang pinter matematika, sisanya selain itu lo cuma sotoy doang. Empati kaga punya, skill social kurang, attitude gak bagus. Smh." sindir @Alssndwo_W
"Gak habis pikir kolom komen fans Jerome yg membela kasus yg terakhir ini. Diingatkan agar aware mala dikatain Julid, & Haters. Lu pada gapunya empati atau gimana?" ujar @neomorph_id
Baca Juga: Jerome Polin Dihujat Karena Dianggap Buat Konten Tanpa Etika, Netizen: Ga Ada Empati
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Aldi Taher Pamer Chat dengan AHY, Isi Percakapan Jadi Sorotan
-
LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis
-
Hindari Saham-saham Ini Jelang Rebalancing MSCI
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Funiculi Funicula 2, Novel yang Mengajarkan Arti Melepaskan dan Menerima
-
3 Sepatu Lari Paling Nyaman untuk Easy Run dan Jogging Santai
-
Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Apakah Ada Sunscreen Waterproof? 6 Produk Andalan Ini Bisa Dipakai Seharian
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar