- MSCI akan mengumumkan rebalancing pasar modal Indonesia pada 12 Mei 2026 yang berpotensi mengeluarkan sejumlah konstituen lama.
- Analis menyatakan tidak ada saham baru yang masuk karena banyak emiten gagal memenuhi persyaratan Foreign Inclusion Factor.
- Saham seperti BREN dan DSSA terancam keluar dari indeks akibat tingginya konsentrasi kepemilikan saham oleh pihak tertentu.
Suara.com - Lembaga pemeringkat MSCI sebentar lagi akan mengumumkan Rebalancing pasar modal Indonesia pada 12 Mei 2026 sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Dalam Rebalancing itu terdapat beberapa saham yang terlempar daftar terlempar dari Index MSCI.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi, memandang tidak akan ada saham-saham baru yang masuk dalam MSCI Index. Namun, justru banyak saham-saham yang berpotensi hengkang dari daftar indx tersebut.
Keluarnya beberapa saham ini, karena tidak memenuhi persyaratan free float Foreign Inclusion Factor (FIF), di mana porsi saham kepemilikan saham publik lebih besar.
"MSCI mengumumkan hasil rebalancing 12 Mei 2026 (waktu AS), tidak ada saham baru masuk, tapi konstituen lama berpotensi keluar atau disesuaikan," ujarnya kepada Suara.com, Selasa (12/5/2026).
Abida menuturkan, saham-saham yang harus dihindari jelas yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).
Sementara, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, mengungkapkan dalam risetnya BREN dan DSSA memang terancam terlempar karena daftar saham dengan kepemilikian terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concertration (HSC) yang masing-masing sebesar 97,3 persen dan 95,8 persen.
Tak hanya dua saham tersebut, beberapa saham juga berpotensi terlempar dari MSCI Index. Misalnya PT Amman Mineral Internasional (AMMN), PT Petrinco Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN).
Saham-saham tersebut mengalami penurunan FIF karena keterbukaan kepemilikan saham lebih dari 1 persen.
Sementara, saham-saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang diproyeksikan turun kasta dalam indeks tersebut.
Baca Juga: Rupiah Jadi Biang Kerok IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.800 di Sesi I
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun