/
Jum'at, 07 April 2023 | 13:19 WIB
Soimah Pancawati (Instagram @showimah)

Sukabumi.suara.com - Artis Soimah Pancawati merasa diperlakukan bak koruptor ketika didatangi oleh oknum pegawai pajak yang didampingi debt collector atau penagih hutang.

Masalahnya, Soimah tak cuma sekali saja mendapat perlakuan tak senonoh dari petugas pajak. Sampai pernah juga oknum pegawai pajak masuk ke rumahnya tanpa permisi.

"Tahun 2015 datang ke rumah orang pajak buka pagar tanpa kulonuwun (permisi), tiba-tiba di depan pintu yang seakan-akan saya mau melarikan diri," tutur Soimah menceritakan pengalamannya itu di podcast akun YouTube Blakasuta.

Di tahun tersebut merupakan awal kesuksesan Soimah yang berkarir di dunia hiburan. Menurutnya banyak uang berarti harus membahagiakan terlebih dahulu keluarga.

Soimah pun meminta nota kepada oknum itu untuk dijadikan barang bukti. Meskipun, dia saat itu membantu saudaranya.

"Lha, masa aku bantu saudara pakai nota. Jadi enggak percaya 'masak bantu saudara segini besarnya'," Soimah mengulangi ucapan pegawai pajak.

Dia menjawab,"Yo sak karepku to (terserah aku dong). Jadi harus pakai nota, itu tahun 2015."

Soimah Pancawati (sumber: Instagram @showimah)

Pendopo Ditaksir Habis Rp50 Miliar

Belum cukup di situ, Soimah juga kesal ketika pegawai pajak itu menghitung-hitung pembangunan pendopo

Baca Juga: Kisah Sandy Walsh Ikut Puasa di Bulan Ramadhan meski Non-muslim

Kemudian, oknum pegawai pajak juga menaksir biaya pembangunan pendopo di rumahnya senilai Rp50 miliar.

Dia juga dituding menghindari kewajiban membayar pajak karena tak pernah ada di rumahnya di Yogyakarta. Hingga oknum pegawai pajak itu membawa debt collector mendatangi rumah kakaknya.

"Bawa debt collector, bawa dua (orang), gebrak meja, itu di rumah kakak saya,” beber Soimah.

Soimah menegaskan bahwa dirinya tak akan kabur dari membayar pajak. Dia kesal dengan perlakuan oknum pegawai pajak yang membuat dirinya seperti koruptor.

“Jangan khawatir, bayar pasti bayar. Tapi perlakukan lah dengan baik. Saya kerja hasil jerih payah, proses panjang, keringat saya sendiri, bukan hasil maling, bukan hasil korupsi," tegas dia.

"Kok, saya diperlakukan seakan-akan saya bajingan, saya ini koruptor," ujarnya.

Load More