Sukabumi.suara.com - Imran Khan, mantan perdana menteri Pakistan telah ditangkap selama sidang di Islamabad, ibukota Pakistan.
Partai Pakistan Tehreek-e-insaf (PTI) telah membagikan video penangkapan Imran Khan oleh pasukan keamanan dengan perlengkapan anti huru hara.
Mereka membawa pria berusia 70 tahun itu menggunakan sebuah van.
"Imran Khan telah ditangkap dalam kasus Qadir Trust," ungkap polisi Islamabad di akun Twitte resmi, merujuk pada kasus korupsi.
Imran Khan pun mengatakan dirinya "siap masuk penjara" dalam sebuah video sebelum dirinya ditangkap.
Khan juga berkata dalam video sebelum dirinya berangkat ke Islamabad bahwa "tidak perlu membawa polisi, Rangers dan tentara untuk menangkap saya."
"Jika seseorang memiliki surat perintah, mereka dapat menunjukkannya kepada saya dan tik kuasa hukum saya dan saya akan menyerahkan diri. Saya siap masuk penjara," katanya sebelum meninggalkan rumahnya di timur kota Lahore.
Aljazeera melaporkan bahwa situasi genting berkembang usai Imran Khan ditangkap.
Ketika laporan penangkapan Imran Khan menyebar ke seluruh negeri, pengunjuk rasa turun ke jalan.
"Inspektur Jenderal Polisi Islamabad mengatakan bahwa siapa pun yang datang untuk memprotes harus ditangkap," lapor Aljazeera.
Pengacara Khan mengatakan Rangers telah memukul kepala dan bahkan menendang kliennya.
"Rangers masuk secara paksa dan mendobrak pintu dan jendela. Mereka mengambil Imran Khan dari kursi rodanya, memukul kepalanya dan menendangnya," ujar Gohar Ali Khan dalam sebuah tayangan video di akun media sosial. Dia mendampingi kliennya di Pengadilan Tinggi Islamabad.
Berbeda dengan yang disampaikan oleh akun Twitter @/yo2thok - akun pemerhati perang Rusia-Ukraina - bahwa Khan digulingkan dalam sebuah kudeta yang didukung oleh Amerika Serikat.
Khan juga dibilang telah menolak memberikan sanksi kepada Rusia.
"Khan digulingkan dalam kudeta yg didukung AS, setelah dia menolak untuk tunduk pada perintah Gedung Putih untuk memberikan sanksi kepada Rusia - dia didakwa dengan berbagai tuduhan termasuk penghasutan, korupsi, dan terorisme, tetapi dia menyangkal semua tuduhan tersebut," tulis akun tersebut. (Aljazeera)
Tag
Berita Terkait
-
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Melaksanakan Salat IdulFitri 1 Syawal 1444 Hijriah Di Universitas Muhammadiyah Sukabumi
-
Efek Adu Banteng, Kecelakaan 4 Kendaraan di Sukalarang Sukabumi
-
Prabu Mahardika D Pemuda Sukabumi Siap Maju Sebagai Ketua GMNI Bandung
-
Pria Sukabumi Pelaku Korban Begal Palsu, Uang Istri di pakai Berfoya-foya Bareng Selingkuhan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?
-
Tangan Diborgol, Arinal Djunaidi Tertunduk Digelandang ke Bui
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Peran Dul Jaelani dalam Hubungan El Rumi-Syifa Hadju Baru Terungkap, Sederhana tapi Manis Banget
-
Mengenal 'Black Box' Kereta Api yang Bisa Ungkap Penyebab Tabrakan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?