/
Selasa, 18 Juli 2023 | 00:05 WIB
Ilustrasi Wawancara Kerja (Sora Shimazaki/Pexels)

Saat menghadapi proses wawancara kerja, seringkali kita ditanya mengenai alasan di balik keputusan untuk melepaskan pekerjaan sebelumnya atau meresign. Pertanyaan ini dapat menjadi momen penting dalam menentukan kesan yang kita tinggalkan kepada pewawancara. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki pemahaman yang jelas dan terukur mengenai alasan resign. Artikel ini akan mengulas beberapa alasan umum mengapa seseorang memilih untuk resign dan menjelaskan pentingnya memberikan jawaban yang meyakinkan saat ditanya alasan tersebut dalam sesi wawancara kerja.

1. Perkembangan Karir yang Terbatas
Salah satu alasan yang umumnya mendasari keputusan resign adalah adanya keterbatasan dalam perkembangan karir di tempat kerja sebelumnya. Mungkin kita merasa bahwa posisi yang kita duduki tidak memberikan peluang untuk tumbuh dan berkembang, baik dalam hal tanggung jawab, pengembangan keterampilan, atau kemajuan ke tingkatan yang lebih tinggi.

2. Tidak Sesuai dengan Nilai dan Visi Pribadi
Ketika nilai-nilai pribadi tidak sejalan dengan budaya atau nilai-nilai perusahaan, hal ini dapat menciptakan ketidakcocokan yang signifikan. Jika kita merasa bahwa perusahaan sebelumnya tidak sejalan dengan nilai-nilai kita, seperti integritas, keberlanjutan, atau kerja tim, maka memilih resign dapat menjadi keputusan bijak untuk mencari lingkungan yang lebih sesuai dengan visi pribadi.

3. Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat
Suasana kerja yang tidak sehat dapat memberikan dampak negatif pada kesejahteraan fisik dan mental kita. Jika kita merasa terjebak dalam lingkungan kerja yang toksik, di mana ada konflik yang berkepanjangan, ketidakadilan, atau kurangnya dukungan dari atasan dan rekan kerja, resign dapat menjadi langkah untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan pribadi.

4. Perubahan Industri atau Perusahaan
Terkadang, alasan resign adalah karena perubahan besar-besaran dalam industri atau perusahaan tempat kita bekerja. Perubahan seperti restrukturisasi, merger, atau pergeseran strategi bisnis dapat mengubah kondisi kerja secara signifikan. Dalam beberapa kasus, resign menjadi keputusan yang rasional untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut dan mencari peluang baru yang lebih menjanjikan.

5. Peningkatan Kompenasi dan Manfaat
Faktor finansial juga sering mempengaruhi keputusan untuk resign. Jika kita menerima tawaran pekerjaan baru yang menawarkan kompensasi dan manfaat yang lebih baik, seperti gaji yang lebih tinggi, jaminan kesehatan yang lebih komprehensif, atau fleksibilitas kerja yang lebih baik, resign dapat menjadi pilihan yang rasional untuk meningkatkan kualitas hidup secara finansial.

6. Ketidakpuasan terhadap Kepemimpinan atau Kebijakan Perusahaan
Ketidakpuasan terhadap kepemimpinan atau kebijakan perusahaan juga dapat menjadi alasan yang mendasari resign. Jika kita merasa bahwa kepemimpinan perusahaan tidak efektif, atau jika kebijakan perusahaan tidak mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan karyawan, resign dapat menjadi langkah untuk mencari lingkungan yang lebih positif dan mendukung.

Memiliki alasan yang jelas dan meyakinkan saat ditanya tentang alasan resign dalam sesi wawancara kerja sangat penting. Beberapa alasan umum termasuk perkembangan karir yang terbatas, ketidakcocokan nilai dan visi, lingkungan kerja yang tidak sehat, perubahan industri atau perusahaan, peningkatan kompensasi dan manfaat, serta ketidakpuasan terhadap kepemimpinan atau kebijakan perusahaan.

Resign bukanlah tanda kegagalan, tetapi merupakan keputusan bijak untuk mencari peluang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi pribadi. Dalam menjawab pertanyaan tentang alasan resign, tetaplah jujur, positif, dan fokus pada potensi dan keinginan untuk berkembang dalam peran baru.

Baca Juga: 10 Unsur Kebugaran Jasmani, Apa Saja ?

Load More