- Polisi menangkap tiga pelajar pelaku penyiraman air keras acak di Jakarta Pusat pada Minggu malam setelah aksi viral.
- Dari tiga pelaku yang diamankan, dua di antaranya masih berstatus di bawah umur, kini ditangani Unit PPA.
- Satu korban mengalami cedera mata akibat aksi acak tersebut, sementara motif pelaku dan korban tidak saling mengenal.
Suara.com - Polisi menangkap tiga pelaku penyiraman air keras terhadap pelajar di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Aksi berbahaya tersebut dilakukan secara acak saat para pelaku yang juga merupakan seorang pelajar berboncengan sepeda motor dan berpapasan dengan korban.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyebut dari tiga pelaku yang diamankan, dua di antaranya masih berstatus di bawah umur, sementara satu pelaku lainnya berusia 18 tahun. Penanganan perkara kini dilakukan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat.
"Dua yang di bawah umur," ujarnya Roby saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).
Roby menjelaskan, ketiga pelaku diamankan pada Minggu malam setelah video aksi mereka viral di media sosial. Namun penindakan dilakukan secara persuasif dengan melibatkan orang tua masing-masing pelaku.
"Jadi kami secara persuasif, minta dihadirkan orangnya. Karena kan mereka lagi di luar kota, tiga orang itu. Ada di Karawang, di Cikarang, dan di Depok," ungkapnya.
Menurut Roby, para pelaku diduga berpindah lokasi untuk menghindari polisi maupun reaksi masyarakat. Meski demikian, mereka kooperatif saat diminta hadir bersama orang tua.
"Tapi pas kita minta hadirkan sama orang tuanya, maka dengan kooperatif hadir," ujarnya.
Saat ini, ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit PPA dengan masa pemeriksaan awal selama 3x24 jam.
Dari hasil pemeriksaan awal, ketiganya diketahui merupakan pelajar SMA di wilayah Jakarta Pusat. Sedangkan ketiga korban, pelajar dari sekolah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Baca Juga: FOMO di Kalangan Pelajar: Ancaman Tren Viral Meredupkan Budaya Literasi
Terkait motif, Roby menegaskan bahwa antara korban dan pelaku tidak saling mengenal. Aksi penyiraman dilakukan secara acak karena pelaku bersikap agresif lebih dulu.
"Jadi keterangannya itu hanya random aja," jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, satu korban mengalami cedera pada bagian mata dan sempat mendapat perawatan medis. Polisi saat ini masih menunggu hasil visum untuk memastikan kondisi korban.
Sementara dua korban lainnya dilaporkan tidak mengalami luka serius, meski belum seluruhnya diperiksa.
Berita Terkait
-
FOMO di Kalangan Pelajar: Ancaman Tren Viral Meredupkan Budaya Literasi
-
4 Serum Retinol Rahasia Kulit Kencang dan Halus, Harga Pelajar Rp30 Ribuan
-
Polisi Tangkap 10 Remaja Pelaku Tawuran Maut di Jakarta Barat, Korban Tewas Bacok
-
Tawuran Pelajar dan Kegagalan Kota Membaca Generasi Muda: Bagaimana Memutus Akarnya?
-
Ikrar Pelajar Indonesia Dibaca setelah Apa? Ini Susunan Upacara Bendera 2026
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk