News / Metropolitan
Senin, 09 Februari 2026 | 13:01 WIB
Ilustrasi penangkapan. [Antara]
Baca 10 detik
  • Polisi menangkap tiga pelajar pelaku penyiraman air keras acak di Jakarta Pusat pada Minggu malam setelah aksi viral.
  • Dari tiga pelaku yang diamankan, dua di antaranya masih berstatus di bawah umur, kini ditangani Unit PPA.
  • Satu korban mengalami cedera mata akibat aksi acak tersebut, sementara motif pelaku dan korban tidak saling mengenal.

Suara.com - Polisi menangkap tiga pelaku penyiraman air keras terhadap pelajar di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Aksi berbahaya tersebut dilakukan secara acak saat para pelaku yang juga merupakan seorang pelajar berboncengan sepeda motor dan berpapasan dengan korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyebut dari tiga pelaku yang diamankan, dua di antaranya masih berstatus di bawah umur, sementara satu pelaku lainnya berusia 18 tahun. Penanganan perkara kini dilakukan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

"Dua yang di bawah umur," ujarnya Roby saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Roby menjelaskan, ketiga pelaku diamankan pada Minggu malam setelah video aksi mereka viral di media sosial. Namun penindakan dilakukan secara persuasif dengan melibatkan orang tua masing-masing pelaku.

"Jadi kami secara persuasif, minta dihadirkan orangnya. Karena kan mereka lagi di luar kota, tiga orang itu. Ada di Karawang, di Cikarang, dan di Depok," ungkapnya.

Menurut Roby, para pelaku diduga berpindah lokasi untuk menghindari polisi maupun reaksi masyarakat. Meski demikian, mereka kooperatif saat diminta hadir bersama orang tua.

"Tapi pas kita minta hadirkan sama orang tuanya, maka dengan kooperatif hadir," ujarnya.

Saat ini, ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit PPA dengan masa pemeriksaan awal selama 3x24 jam.

Dari hasil pemeriksaan awal, ketiganya diketahui merupakan pelajar SMA di wilayah Jakarta Pusat. Sedangkan ketiga korban, pelajar dari sekolah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Baca Juga: FOMO di Kalangan Pelajar: Ancaman Tren Viral Meredupkan Budaya Literasi

Terkait motif, Roby menegaskan bahwa antara korban dan pelaku tidak saling mengenal. Aksi penyiraman dilakukan secara acak karena pelaku bersikap agresif lebih dulu.

"Jadi keterangannya itu hanya random aja," jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, satu korban mengalami cedera pada bagian mata dan sempat mendapat perawatan medis. Polisi saat ini masih menunggu hasil visum untuk memastikan kondisi korban.

Sementara dua korban lainnya dilaporkan tidak mengalami luka serius, meski belum seluruhnya diperiksa.

Load More