Perbedaan kebijakan terkait tato di antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia memunculkan pertanyaan tentang alasan di balik perbedaan tersebut. Secara umum, perbedaan budaya menjadi faktor utama yang memengaruhi kebijakan ini.
Di AS, tentara diizinkan memiliki tato dengan beberapa batasan tertentu. Tato tidak boleh terdapat di wajah atau melewati pergelangan tangan. Keberadaan tato tidak dianggap mempengaruhi kemampuan tempur seorang tentara dan membuka lebih banyak peluang bagi individu untuk bergabung dengan militer.
AS memiliki kebutuhan yang lebih besar akan personel militer karena sejarahnya yang hampir selalu terlibat dalam konflik sejak kemerdekaannya pada tahun 1776. Dalam konteks ini, melarang tato dapat mengakibatkan ribuan calon tentara gagal bergabung, sehingga sulit memenuhi kuota dan kebutuhan personel yang diperlukan untuk penugasan di luar negeri. Namun, kebijakan ini juga dipengaruhi oleh faktor budaya yang sudah menjadi bagian dari identitas AS.
Di Indonesia, pandangan terhadap tato masih sering dikaitkan dengan orang-orang yang dianggap sulit diatur, meskipun sebenarnya hal tersebut tidaklah benar secara umum. Stigma ini tidak terkait langsung dengan keberadaan tato, melainkan dengan perilaku individu itu sendiri. Di AS, keberadaan tato sudah menjadi hal biasa dan tidak memiliki stigma negatif seperti di Indonesia. Ironisnya, di AS, stigma negatif lebih sering ditujukan kepada orang-orang berkulit hitam, meskipun hal tersebut juga tidak benar secara umum.
Perbedaan kebijakan terkait tato antara AS dan Indonesia dapat dijelaskan oleh perbedaan budaya serta kebutuhan dan pandangan masing-masing negara terhadap angkatan bersenjata.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Harga Batu Bara Anjlok 22 Persen, PTBA Malah Tancap Gas, Ini Rahasia di Baliknya
-
Promo Alfagift 60 Persen: Daftar Produk Murah Alfamart yang Bisa Pangkas Pengeluaran Bulanan
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
7 Serum Vitamin C Terbaik 2026 untuk Bekas Jerawat Membandel, Wajah Auto Cerah
-
7 Makeup Kit di Bawah Rp200 Ribu untuk Pemula, Tampil Cantik Tanpa Boros
-
Di Balik Kebakaran Muba, Kok Bisa Ada Sumur Minyak Ilegal di Area Perkebunan Hindoli?
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Kenapa Sumur Minyak Ilegal di Muba Terus Terbakar? Ini Penyebab, Dampak, dan Solusi yang Disiapkan
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan