News / Nasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:49 WIB
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, TB Ace Hasan Syadzily di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Komisi Pemberantasan Korupsi (Rupbasan KPK), Cawang, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Dea]
Baca 10 detik
  • Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily menanggapi penculikan delegasi kemanusiaan dan jurnalis Indonesia oleh militer Israel di Mediterania.
  • Pemerintah Indonesia akan menempuh jalur diplomasi melalui organisasi multilateral seperti PBB guna membebaskan seluruh WNI yang ditahan.
  • Ace menegaskan bahwa aktivis kemanusiaan serta jurnalis wajib mendapatkan perlindungan hukum internasional selama menjalankan tugas di wilayah konflik.

Suara.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, TB Ace Hasan Syadzily, menanggapi penculikan terhadap sejumlah delegasi Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 di perairan Mediterania oleh militer Israel, termasuk para jurnalis.

Ace menegaskan pemerintah Indonesia akan mengambil langkah diplomatik dalam upaya membebaskan para WNI yang ditahan Israel.

“Saya kira juga pasti Pemerintah Indonesia juga akan melakukan langkah-langkah diplomatik lainnya agar dapat membebaskan para wartawan atau jurnalis yang berasal dari Indonesia ini bisa segera untuk dibebaskan dan dapat menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan tugas-tugas jurnalistik dalam rangka melakukan penulisan jurnalisme mereka di wilayah yang sedang berkonflik, ya,” kata Ace di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Komisi Pemberantasan Korupsi (Rupbasan KPK), Cawang, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2026).

“Saya kira seharusnya memang mereka dilindungi sesuai dengan hukum internasional sebagai aktivis kemanusiaan maupun sebagai jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya,” tambah dia.

Meski Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik bilateral dengan Israel, Ace menegaskan pemerintah Indonesia tetap bisa menempuh pendekatan melalui organisasi multilateral.

“Iya, tentu langkah selanjutnya bisa melakukan pendekatan kepada salah satunya adalah organisasi multilateral seperti PBB maupun Dewan Keamanan PBB yang bisa menjamin bagi masyarakat atau warga sipil atau jurnalis bisa mendapatkan perlindungan, ya, di tengah tugas-tugas jurnalistiknya dan tugas-tugas kemanusiaan,” ujar Ace.

Terakhir, ia menyampaikan keprihatinan sekaligus kecaman terhadap penculikan yang dilakukan militer Israel. Sebab, Ace menegaskan tugas jurnalistik dan aktivitas kemanusiaan harus mendapat jaminan perlindungan dan keselamatan.

Load More