- Seorang petugas keamanan tewas saat berupaya melindungi jamaah dalam insiden penembakan di Islamic Center San Diego, Senin (18/5/2026).
- Aksi heroik petugas tersebut berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak di tengah serangan dua remaja bersenjata.
- Tragedi itu menewaskan lima orang, termasuk dua pelaku yang ditemukan tewas akibat luka tembak setelah melarikan diri.
Suara.com - Seorang petugas keamanan jadi korban tewas saat aksi penembakan terjadi di Islamic Center San Diego, Amerika Serikat, Senin (18/5/2026) waktu setempat.
Petugas keamanan bernama Amin Abdullah disebut gugur saat berusaha melindungi jamaah dan area sekolah di kompleks masjid dari serangan dua remaja bersenjata.
Kepolisian San Diego menyebut tindakan Amin berhasil mencegah jumlah korban yang lebih besar dalam tragedi yang menewaskan lima orang, termasuk dua pelaku penembakan.
Amin diketahui merupakan ayah dari delapan anak dan dikenal luas sebagai sosok yang ramah di lingkungan komunitas Muslim setempat.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan petugas keamanan masjid memainkan peran penting saat situasi kacau terjadi di area depan masjid.
“Kami percaya petugas keamanan membantu meminimalkan situasi agar tidak meluas. Tindakannya heroik, dia menyelamatkan nyawa hari ini,” kata Wahl dilansir dari NY Post.
Polisi mengungkapkan aparat tiba di lokasi hanya dalam waktu empat menit setelah panggilan darurat pertama diterima.
Sebanyak 50 hingga 100 personel dikerahkan untuk menyisir ruang salat, kelas, dan bangunan di sekitar Islamic Center of San Diego.
Dalam insiden tersebut, dua pelaku remaja ditemukan tewas akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri setelah melarikan diri dari lokasi.
Baca Juga: Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego
Sementara tiga korban lainnya diketahui memiliki keterkaitan dengan Islamic Center of San Diego.
Hingga kini penyelidikan masih berlangsung dan pihak berwenang belum mengumumkan motif resmi penembakan tersebut.
Berita Terkait
-
Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego
-
AS Turunkan Pasukan FBI Jaga Stadion Piala Dunia 2026, Drone Dilarang Terbang!
-
Menghindari Perangkap Thucydides: Alarm Xi Jinping untuk Trump
-
Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya