Julius Robert Oppenheimer (1904–1967), sering dikenal sebagai ayah bom atom, adalah tokoh sentral dalam pengembangan senjata nuklir pertama di dunia. Ia memimpin Proyek Manhattan, proyek penelitian yang dipimpin oleh AS untuk mengembangkan bom atom pertama yang dimulai pada tahun 1942.
Dengan tugas untuk memanfaatkan energi atom sebagai senjata, Oppenheimer yang saat itu berusia 38 tahun, dipilih oleh Jenderal Leslie Groves untuk memimpin laboratorium penelitian rahasia proyek ini di Los Alamos, New Mexico. Ia mengawasi pengembangan senjata atom pertama di dunia antara tahun 1943-45.
Namun, peran penting Oppenheimer dalam pengembangan bom atom ini tidak lepas dari berbagai pertanyaan moral dan paradoks yang mengikutinya sepanjang hidupnya. Meski berhasil dalam misi ilmiahnya, Oppenheimer harus menghadapi dilema moral dan etis yang rumit.
Pada satu sisi, ia berkontribusi pada penemuan ilmiah yang revolusioner. Namun, di sisi lain, penemuannya tersebut telah digunakan sebagai senjata pemusnah massal yang menewaskan ratusan ribu orang dalam serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Oppenheimer sendiri pernah mengutip sebuah ayat dari kitab Hindu, Bhagavad Gita, setelah melihat ledakan bom atom pertama: "Sekarang aku telah menjadi Maut, pemusnah dunia." Ungkapan ini menjadi simbol dari perjuangan internal Oppenheimer antara keberhasilan ilmiah dan dampak kemanusiaan dari penemuannya.
Dengan demikian, cerita Oppenheimer bukan hanya tentang penemuan ilmiah, tetapi juga tentang pertanyaan moral dan etis yang muncul dari penemuan tersebut. Bagaimana seorang ilmuwan harus menavigasi antara penemuan ilmiah dan tanggung jawab moralnya? Kisah Oppenheimer memberikan wawasan penting tentang dilema ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar