Sukabumi.suara.com – Maroko yang baru saja terkena gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,8 SR korban meninggal dunia telah meningkat menjadi 2.122 orang, dengan 2.421 lainnya mengalami luka-luka, media Maroko melaporkan pada hari Minggu, mengutip Kementerian Dalam Negeri.
Pada saat yang sama, pemerintah Maroko setuju untuk menerima bantuan dari Inggris, Spanyol, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam upaya pencarian dan penyelamatan, seperti yang dilansir dari Sputnik.
Selain itu, juru bicara pemerintah Maroko Mustapha Baitas mengatakan kepada wartawan bahwa otoritas kerajaan, setelah rapat kabinet, memutuskan untuk membuat dana khusus untuk mendukung para korban gempa.
Pada hari Jumat, gempa berkekuatan 6,8 melanda Maroko tepatnya 77 kilometer (48 mil) barat daya kota Marrakesh.
Pada hari Minggu, Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan memerintahkan pembukaan koridor udara untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke Maroko.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Qatar memutuskan untuk mengirim tenda, selimut, perlengkapan kebersihan, makanan, dan obat-obatan ke Maroko senilai 1 juta riyal Qatar ($274.600).
Hingga kini pencarian korban hilang masih terus dilanjutkan ke desa-desa terpencil yang berdampak gempa yang mengguncang kota Maroko pada Jumat (8/9) malam waktu Maroko.
Bahkan, gempa ini tercatat sebagai gempa bumi paling mematikan dalam enam dekade terakhir di kota Maroko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026