Mantan Kepala Bagian Penegakan Hukum Provos Div Propam Polri Kombes Susanto Haris kecewa terhadap juniornya Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.
Gara-gara kebohongan Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Susanto Haris ikut terseret dan mendapat hukuman etik dari institusinya.
Susanto Haris pun mengungkapkan isi hatinya saat menjadi saksi di persidangan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).
Susanto Haris mengatakan, Ferdy Sambo membentak dirinya saat memberi perintah untuk mengantar barang bukti kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Padahal dalam kebiasaan di almamater Akademi Kepolisian (Akpol) kata dia, tidak pernah ada tradisi berkata kasar dari junior ke senior.
Diketahui Susanto Haris adalah senior Ferdy Sambo di Akpol. Susanto Haris adalah lulusan Akpol 1993 sementara Ferdy Sambo abituren Akpol 1994.
Susanto mengatakan, Ferdy Sambo sendiri di beberapa kesempatan selalu bilang bahwa selama matahari tidak terbit dari utara dan air laut masih asin, senior tetap senior.
"Jadi kemarin ngomongnya ngegas. dalam hati saya kalau jenderal udah bisa ngegas senior inilah yang saya alami," ujar Susanto Haris.
Susanto Haris lalu menyerahkan barang bukti itu ke Agus Nurpatria setelah mengantar jenazah Yosua ke bandara. Barang bukti itu lalu diserahkan ke Paminal.
Baca Juga: Viral ChatGPT Open AI, Tembus 1 Juta Pengguna dan Siap Jadi Layanan Berbayar
Keesokan harinya setelah apel, Susanto Haris diminta mendampingi Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan ke Jambi mengantar jenazah Yosua.
"Mulai saat itu kami tidak dipanggil lagi sama mungkin kesal. Walaupun saya kombes butut saya senior pak FS," ujar Susanto.
Gara-gara terseret kasus ini, Susanto Haris harus menjalani penempatan khusus selama 29 hari dan dijatuhi sanksi demosi 3 tahun.
"Kecewa, kesal, marah, jenderal kok bohong, susah nyari jenderal. Keluarga kami malu, kami paranoid nonton tv, media sosial. Jenderal kok tega menghancurkan karier. 30 tahun saya mengabdi hancur di titik nadir, terendah pengabdian saya," ujar Susanto menggambarkan perasaannya.
"Bayangkan majelis hakim, kami Kabag Gakkum yang biasa memeriksa polisi yang nakal, kami diperiksa, bayangkan majelis hakim bagaimana keluarga kami," tambahnya lagi.
Berita Terkait
-
Gegara Ungkit Wanita Misterius Nangis di Rumah Bangka, Ferdy Sambo Siap 'Serang Balik' Bharada E di Sidang
-
Kombes Susanto Menangis di Persidangan Gegara Ferdy Sambo: Jenderal Kok Bohong!
-
Ditanya Hakim Rasanya Dipecat Dari Polri dan Jadi Terdakwa Kasus Brigadir J, Tangis Arif Rahman Pecah
-
Ferdy Sambo Suruh Hendra Periksa Putri Candrawathi di Paminal: Di Tempatmu Aja Ya Bro, Mbakmu Malu Kalau di Jaksel
-
Ditanya Kapolri soal Istri Sambo Ngaku Dilecehkan Brigadir J, Hendra: Ferdy Sambo yang Tahu
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata