/
Kamis, 08 Desember 2022 | 10:08 WIB
Ilustrasi Ferdy Sambo. Suara pelan Ferdy Sambo disoroti pakar mikro ekspresi. (Tangkapan Layar Kompas TV)

Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo memberi kesaksian dalam sidang pembunuhan berencana Brigadir Yosua dengan terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022). 

Saat memberi kesaksian, keterangan Ferdy Sambo mengenai peristiwa penembakan Brigadir Yosua bertolak belakang dengan keterangan Richard Eliezer. 

Ferdy Sambo mengatakan tidak pernah memerintahkan Richard Eliezer untuk menembak Yosua. Kata-kata yang ia keluarkan saat itu adalah Hajar Chad. 

Lalu apakah benar kesaksian Ferdy Sambo tersebut? Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari mencoba menjawabnya melalui gestur dan mikro ekspresi Sambo saat bersaksi. 

Menurut Monica, gestur dan mikro ekspresi Ferdy Sambo saat sidang kemarin berbeda sekali dengan gestur pada sidang-sidang sebelumnya.  

"Kalau kita lihat bagaimana gestur maupun mikro ekspresi, Pak Sambo sungguh berbeda sekali keluar dari baseline," ujar dia dikutip dari YouTube Kompas TV.

Hal yang berbeda itu menurut Monica adalah nada atau intonasi suara Ferdy Sambo benar-benar sudah sangat lambat kemudian menggunakan suara di dalam. Ini kata dia sangat berbeda sekali ketika Ferdy Sambo di sidang-sidang sebelumnya.

"Indikasi seseorang berbohong salah satunya apabila keluar dari baseline itu yang menunjukkan ada kebocoran-kebocoran yang harus kita gali lagi salah satunya adalah suara yang meninggi sekali atau justru suara yang dalam, pelan seperti ragu," kata Monica.

Menurutnya, informasi yang diberikan Ferdy Sambo loncat-loncat. Dan ketika melihat dari gestur, body languange Ferdy Sambo, semakin hari semakin bongkok tetapi menunjukkan juga stres karena pundak naik tetapi intonasi suara berbeda sekali. 

Baca Juga: ARB Berjilid-jilid, Saham GOTO Sekarang Rp 100, Investor Auto Gerah

"Ketika pegang mik digenggam erat-erat, ini adalah bahasa nonverbal yang biasanya mengatakan informasi ini harus tetap saya jaga kuat-kuat ada informasi yang tetap konsisten saya pegang," tuturnya.

Artinya, lanjut Monica, ketika dihadapkan kepada satu pernyataan menurut saksi lain informasinya tidak seperti ini maka yang Sambo lakukan adalah adalah apa yang disebut dari nature of kebohongan yaitu menghindari menjawab dan tidak ada penjelasan yang lain.

Monica lalu menyoroti kesaksian Sambo mengenai pelecehan seksual yang dialami istrinya Putri Candrawathi.

Seharusnya jelas Monica, ketika orang menceritakan mengenai sesuatu yang penting, episodic ini bisa dijelaskan secara detil. Atau kata dia ketika tidak bisa dijelaskan secara detil penuh muatan-muatan emosi yang terbaca melalui ekspresinya, gesturnya.

"Tapi ini tidak terlihat pada Pak Sambo sehingga yang beliau lakukan mencoba untuk mengalihkan sehingga isunya tidak lagi ke pelecehan seksual ini ekspresi yang ditunjukkan jangan masuk ke episodic ini tapi bergeser ke yang lain," ujar Monica.

Load More