Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dianggap sejumlah kalangan sebagai seorang pendendam.
Ini dikaitkan dengan sikap dinginnya terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pasca Pilpres 2004. Kedua tokoh ini sempat tidak bertegur sapa.
Anggapan Megawati adalah sosok pendendam tidak sepenuhnya benar. Ini terlihat dari sikapnya terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Menurut politisi senior PDIP Panda Nababan, Megawati sebenarnya kesal dengan Sutiyoso yang terlibat penyerbuan Kantor PDI pada 27 Juli 1996.
Saat peristiwa Kudatuli itu terjadi, Sutiyoso menjabat sebagai Pangdam Jaya. Dia disebut-sebut sebagai salah satu orang yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.
"Sutiyoso kan mengambil peran penting waktu itu," ujar Panda dikutip dari YouTube Total Politik.
Namun hal itu tidak membuat Mega dendam atau sakit hati terhadap Sutiyoso. Ini terlihat ketika Sutiyoso mendatangi kediaman Megawati di Kebagusan di awal Reformasi.
Panda mengatakan, Sutiyoso datang mengantar undangan pernikahan anaknya. Panda mengaku saat itu menemani Sutiyoso menunggu Megawati selama kurang lebih 1-2 jam.
Mengetahui Megawati kesal dengan Sutiyoso karena peristiwa Kudatuli, Panda ketika itu menunggu drama yang akan terjadi ketika kedua tokoh itu bertemu.
Baca Juga: Kecelakaan yang Tewaskan 2 WNA Tak Pengaruhi Pembangunan Kereta Cepat, Luhut: Jangan Mau Lambat
Apa yang dibayangkan Panda ternyata tidak terjadi. Menurut dia, Megawati menyambut Sutiyoso dengan baik dan undangannya diterima.
"Saya lihat sikapnya ibu (Mega) ga ada barrier psikologis. Disambut dengan baik, diterima undangannya. Cair aja seperti tidak ada apa-apa padahal kita tahu waktu itu dia (Sutiyoso) berada di pihak sana (Suharto)," tuturnya.
Berita Terkait
-
Ketum PDIP Megawati Masuk 5 Besar Survei SMRC, Tapi Masih Kalah Jauh dari Kadernya Ganjar Pranowo
-
Kerap 'Senggol' Anies, Elite PDIP Disentil Keras Politisi NasDem: Seperti Orang Kurang Kerjaan
-
Perintah Jokowi! PDIP Akhirnya Jatuhkan Pilihan Dukung Anies Baswedan, Benarkah?
-
PDIP Terang-terangan Dukung Anies Baswedan Jadi Capres 2024 dan Langsung Direstui Jokowi, Ternyata...
-
CEK FAKTA: Ganjar-Puan Gigit Jari, PDIP Terang-terangan Restui dan Dukung Anies Baswedan Sebagai Capres, Benarkah?
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Bikin Heboh! Eks Kiper Timnas Belanda Beri Kode Pensiun di Indonesia, Apa Alasannya?
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
3 Moisturizer Shinzui untuk Mencerahkan Wajah dan Pudarkan Noda Hitam
-
Jelang Dua Laga Penentuan, Ini Cara Marc Klok Bakar Semangat Pemain Persib Bandung
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Ayu Aulia Ngaku Cuma Halu Dihamili Pejabat: Kan Keren Kalau Hamil sama Bupati
-
Sudah Viral karena Protes Juri, SMAN 1 Pontianak Kini Justru Tolak Lomba Ulang LCC
-
31 Kode Redeem FF Terbaru 14 Mei 2026: Panen Token Gintama dan Skin Angelic
-
Berani Diadu! Harga GAC AION UT Setara Hatchback Bensin, Plus Garansi Baterai Seumur Hidup
-
Klarifikasi Resmi Timnas Irak Terkait Isu Visa Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026