/
Jum'at, 23 Desember 2022 | 20:02 WIB
Ilustrasi batal menikah (Suara.com)

"Anak gadis Yo seharus ny emng mahal coy kalo kau mampu nuruti kendak nyo. Kalo dak mampu npo dak jujur be. Kalo emng kan batal npo dak dari tunangan kmren nak nggu hari H 1 baru ksh kabar jam 2 Dalu plok njuk kabar. (Anak gadis memang harus mahal bung, jika tidak mampu memenuhi, malah lebih baik jujur saja. Kenapa juga tidak dari tunangan saja dibatalkan, kenapa harus menunggu h-1, kasih kabar tengah malam jam 2, di hari h)," terang wanita ini.

Dia memastikan jika kesalahan berada di pihak laki-laki. Dia pun menyarankan seharusnya ada rembuk bersama. Apalagi pernikahan dijalankan oleh kedua mempelai, bukan saudara perempuannya.

Wanita ini pun mengancam, jika keluarga mempelai laki-laki ingin memperpanjang masalah ini, tentu keluarga wanita juga akan menempuh hal yang sama. Bagaimana pun, persoalan pernikahan ini, pihak laki-laki yang akan lebih banyak disalahkan.

"Salah dyo Yo dak. Harus Ado kompromi dlu jgn kompromi ny sebelah pihak. Yg jalani ny kanmereka. Bukan Qt yg Ayuk apo siapo. Mikir ye. Pck jg kami ni manjang lebar. Kau nak nyalahkan betino masih kan kau Lanang tulah yg salah . PAHAM. Uong lah diam molot ny msh ngerenyes. Ingat surat SM video ny SDH ad bukti kalo kau nak sm2 melapor. Cakny nak berlanjut tino itu. Dak sudah2. Kesalahan fatal mereka. Aherny nyesal dwek. Madak atasan kalah Samo bawahan.

(Salah dia sendiri kan, harusnya ada kompromi bersama bukan kompromi sebelah pihak. Yang menjalan kan pengantin, Kita, saudara perempuan bukan siapa-siapa. Harusnya memikirkan hal tersebut. Keluarga wanita juga bisa memanjang perihal ini. Jika kamu ingin menyalahkan pihak perempuan saja, pasti keluarga laki-laki yang salam. Paham. Keluarga sudah diam, namun perihal cerita ini masih disebarluaskan. Ingat surat SM videonya, sudah ada bukti, jika sama-sama ingin melapor (ke polisi). Sepertinya masalah ini bakal berlanjut. Tidak selesai-selesai, padahal kesalahan fatal dari mereka, akhirnya menyesal sendiri. Mana mungkin atasan kalah sama bawahan)," pungkas wanita tersebut.

Cerita ini bermula dari viralnya kisah pernikahan yang batal tepat h-1 acara akad nikah. Diketahui pernikahan tersebut seharusnya berlangsung pada 18 Desember yang lalu. Namun sehari sebelum pernikahan, tepatnya 17 Desember malam, pernikahan tersebut dibatalkan. Barulah diketahui jika sosok pria yang batal menikah tersebut bernama Anjas.

Kakak mempelai pria, Elsa menceritakan jika ia yang mengenalkan Anjas pada Dona, sosok perempuan yang batal dinikahi. Dona terlihat sangat berperangai baik sehingga mempercayainya didekati Anjas.

Dona diketahui ialah teman Elsa yang pernah satu pekerjaan di PTC mal. Saat menjadi rekan kerja tersebut, Dona terlihat sosok perempuan yang baik, perhatian sekaligus ibadahnya juga bagus.

Dengan pertimbangan itu, Elsa mengenalkan Dona pada adik laki-lakinya, Anjas.

Baca Juga: Diangkat dari Novel 80-an, Ini Sinopsis Film Balada Si Roy yang Tayang Awal Januari 2023

"Halo sedikit cerita ya. Ini kami dari pihak pria. Jadi gini ceritanya. Adik aku (Anjas) kan aku kenalkan sama wanita itu, karena wanita ini memang kawan aku waktu bekerja di PTC Mall. Iya selama aku kenal dia, aku lihat atau aku perhatiin wanita ini baik, ibadahnya pun bagus. Mau dibilang salat, dia salat, makanya aku berani ngenalin dia sama adik aku," tulis narasi video viral itu.

Singkat cerita, Anjas dan Dona pun akhirnya berkenalan, saling dekat satu dengan lainnya dan memutuskan menikah.

Pernikahan diawali dengan prosesi mendatangi rumah kediaman Dona, hingga disepakati mahar (mas kawin) sebesar Rp35 juta, emas dua suku dan seserahan yang kesemua ditanggung oleh pihak pria.

Anjas dan Dona pun berkenalan dan memutuskan ke jenjang yang lebih serius yakni pernikahan. Saat keluarga Anjas mendatangi kediaman Doma, keluarga kedua belah pihak menyepakati untuk Anjas meminang Dona itu dengan mahar Rp 35 juta, Emas 2 suku, dan seserahan yang ditanggung oleh pihak Anjas.

Keluarga pria  menyepati pada saat pertemuan pertama dan kedua.

"Kami sekeluarga datanglah mutuskan rasan (semi lamaran/pertemuan dua keluarga) sama keluarga wanita itu. Wanita itu pun minta uang (mahar) Rp 35 juta, emas 2 suku dan uang untuk ibunya Rp 5 juta. Itulah lain dari anter-anteran (seserahan)," terang Elsa.

Pihak keluarga Anjas pun akhirnya memberikan uang Rp 35 juta sesuai kesepakatan, meski pernikahan belum didaftarkan ke KUA karena kurang uang Rp 5 juta (dari kesepakatan awal).

"Kaget waktu tahu (pernikahan) belum didaftarkan ke KUA karna kurang uang Rp 5 juta untuk ngasih orang tua si mempelai wanita," terang Elsa kemudian.

Dona itu juga meminta keluarga Anjas untuk memberikan tambahan uang lainnya untuk membeli kepeluan lauk dan mengurus surat nikah dengan total mencapai Rp 3,4 juta.

"Pihak wanita minta lagi uang untuk akad, beli ayam kampung sepasang dengan harga Rp 1,5 juta sama anter anteran (seserahan) Rp 700 ribu sama uang untuk ngurus buku nikah Rp 1,2 juta," jelas Elsa.

Berjalanannya waktu, upaya memenuhi keinginan mempelai wanita pun diikuti, sampai dengan h-1, pernikahan, si mempelai perempuan Dona menagih kekurangan yang diakumulasikan Rp6,7 juta.

Karena ingin menempati apa yang sudah dijanjikan, maka diberi uang Rp6 juta, yang secara hitungan memang kurang Rp700 ribu.

"Pas H-1 pihak wanita minta uang yang kurang Rp 6,7 juta. Dikasihlah sama orang tua aku (saya) tadi Rp 6 juta, kurang Rp 700 ribu. Maksud hati orang tuaku tadi pegang saja dulu uang Rp 6 juta itu, sementara Rp 700 ribu nya nanti dikasih lagi," terangnya.

Namun apa hendak dikatakan, mempelai perempuan ternyata memutuskan hubungan dan janji pernikahan tersebut hanya karena uang mahar kurang Rp700 ribu.

Pihak calon mempelai laki-laki tampaknya memang ingin membuat kisah ini menjadi viral, karena ketersinggungan dan kasian.

"Kalau bisa viral kan saja dia (mempelai wanita), kasian sama keluarga cowok. Uang Rp 35 juta dimakan oleh cewek itu," ujar perwakilan keluarga pria tersebut.

Pihak laki-laki tidak habis pikir, hanya karena kurang Rp700 ribu menyebabkan pihak wanita membatalkan sepihak acara tersebut, pada h-1, di mana undangan dan seluruh barang yang diinginkan sudah disediakan dan dibeli.

Keluarganya juga amat dibuat tersinggung melihat sikap calon mempelai wanita yang sampai membanting pintu karena persoalan itu.

Load More