Suara Sumatera - Geng motor kembali meresahkan warga Pekanbaru. Kali ini terjadi di depan Hotel Cokro Jalan Sudirman, Minggu (18/12/2022) dini hari.
Kelompok diduga geng motor tersebut mengeroyok remaja Raudhiansyah bersama temannya Dwi.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan mengungkap kronologi penyerangan diduga kelompok geng motor terhadap remaja tersebut.
"Pada saat itu, Dwi bersama Raudhiansyah dari Jalan Nangka pulang menuju Marpoyan Damai. Sesampainya di Pengadilan Tinggi datang segerombolan anak muda menggunakan sepeda motor," jelas Kompol Andrie dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Jumat (23/12/2022).
Andrie mengungkapkan bahwa kelompok diduga geng motor berjumlah 20 orang tersebut lalu memepet motor Dwi dan Raudhiansyah.
"Usai memepet motor korban, Dwi terjatuh di depan Hotel Cokro dan lari ke Marpoyan, sedangkan Raudhiansyah mengalami luka pada bagian kepala usai dipukul oleh kelompok geng motor," terang Andrie.
Dari hasil penyelidikan Polresta Pekanbaru, Kelompok ini adalah gabungan dari kelompok Gudang Familly dan kelompok CAFE 18.
"Saat ini sudah kita periksa 10 orang saksi yang merupakan bagian geng motor tersebut," ujar Andrie.
Ia menyampaikan bahwa dari keterangan mereka Raudhiansyah dipukul menggunakan Button Stik hingga mengalami luka pada bagian kepala.
Baca Juga: Buttonscarves Sambut Kehadiran Emily in Paris Season 3 Lewat Deretan Koleksi yang Chic
"Kita masih melakukan penyelidikan intensif dan menduga ada dua orang pelaku ZA dan BI yang diduga kuat melakukan penganiayaan," tegas Kompol Andrie.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat
-
Koalisi Ormas Islam Laporkan Hercules Terkait Dugaan Persekusi dan Ancaman Senjata Api
-
MacBook Pro Layar OLED Segera Masuk Produksi Massal, Pakai Chip Apple Anyar
-
Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026
-
Babak Akhir Siwalan Party: Hukuman untuk 25 Terdakwa Pesta Gay Surabaya
-
IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?
-
Eksploitasi Luka Pribadi: Menyoroti Sisi Gelap Tren Sadfishing di Medsos
-
KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi
-
Tragedi Carok di Lumajang: Istri Korban Sebut Ada Eksekutor Ketiga yang Habisi Suaminya Secara Keji
-
Kala Kota jadi Ruang Sepi: Membaca Antologi Apakah Kota Ini Kamar Tidurku?