Suara Sumatera - Anda dapat mengawali tahun baru dengan memulai kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, tapi bermanfaat bagi kesehatan.
Seperti disiarkan CNA, aktivitas fisik yang sederhana sepanjang hari berkaitan dengan penurunan risiko penyakit secara signifikan.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Nature Medicine, peneliti mengumpulkan data dari 25.000 orang yang tidak olahraga teratur, dengan rata-rata usia 60 tahun, kemudian memantau perkembangan mereka selama hampir tujuh tahun.
Ternyata ada penurunan risiko kematian kardiovaskular hampir 50 persen dan penurunan 40 persen risiko kematian akibat kanker pada orang yang berolahraga selama 1-2 menit sebanyak tiga kali sehari dibandingkan mereka yang sama sekali tidak berolahraga.
Olahraga singkat ini berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, yakni berjalan cepat saat berangkat kerja atau menaiki tangga dengan cepat.
Studi pada 2020 menunjukkan empat menit olahraga mengaitkan dengan usia yang lebih panjang, studi pada 2019 menemukan bahwa menaiki tangga selama 20 detik beberapa kali sehari meningkatkan kebugaran aerobik.
Olahraga dengan intensitas tinggi efektif dalam menciptakan otot. Olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan secara singkat, berulang-ulang diselingi jeda pendek, bisa meningkatkan penyerapan oksigen, mencegah penyumbatan arteri jantung, membuat jantung bisa memompa lebih banyak darah dan berfungsi lebih baik.
Studi baru menunjukkan bahwa aktivitas itu bisa dilakukan setiap hari.
"Ini menegaskan aktivitas fisik berat walau sedikit bisa sangat bermanfaat," kata Martin Gibala, seorang profesor kinesiologi di Universitas McMaster di Ontario yang merupakan penulis studi tersebut.
Intensitas sebuah olahraga bisa dibagi menjadi tiga kategori. Intensitas disebut ringan bila Anda bisa melakukannya sambil bernyanyi, jika tidak bisa bernyanyi tapi masih bisa bicara dengan nyaman, berarti intensitasnya sedang.
Gerakan dengan intensitas tinggi yang membuat seseorang hanya bisa bicara satu dua patah kata, atau sama sekali tidak bisa bicara, yang direkomendasikan oleh penulis studi Emmanuel Stamatakis, profesor di University of Sydney’s Charles Perkins Centre.
Bagi orang-orang yang rutin berolahraga, coba tambahkan sedikit intensitas saat lari atau bersepeda. Ada sejumlah cara dalam membuat aktivitas sehari-hari jadi olahraga bermanfaat.
Bila Anda kerap berjalan kaki dari rumah menuju tempat lain, misalnya stasiun atau toko kelontong, bukan berarti Anda harus berlari dari awal sampai akhir. Coba percepat langkah Anda selama beberapa ratus meter.
Ketika ada pilihan tangga, tinggalkan dulu lift dan pilih tangga. Membawa beban sekitar lima persen dari berat tubuh selama satu atau dua menit juga bisa bermanfaat. Misalnya menggendong ransel besar. Berjalan cepat secara singkat di jalanan menanjak juga bisa dianggap sebagai olahraga intensif. [Antara]
Berita Terkait
-
Tetap Harus Pakai Masker, 5 Aturan Protokol Kesehatan Terbaru Usai PPKM Dicabut
-
RSDC Wisma Atlet Kemayoran Resmi Ditutup Hari Ini, Nakes dan Relawan Purna Tugas
-
Rasanya Manis Tapi Kurang Laris, Intip 6 Manfaat Srikaya untuk Kesehatan!
-
Rasakan Gejala Ini? Cek di Layanan Kesehatan Jantung SehatQ
-
PPKM Dicabut, Menkes Sebut Tes Antigen dan PCR Tak Lagi Diwajibkan Pemerintah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan