Suara Sumatera - Kisah pria di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang batal menikah h-1 karena mahar yang kurang Rp700 ribu berbuntut panjang. Setelah batal hingga akhirnya ingin meminta kembali mahar Rp35 juta yang sudah diberikan, ia pun berniat membawa permasalahan ini ke ranah hukum.
Meski demikian, keluarga perempuan juga bersekeras tidak ingin mengembalikan mahar yang sudah diberikan. Mempelai perempuan Dona Wulandari yang kemudian juga viral di media sosial menyatakan jika keluarga dan dirinya tidak bersalah.
Mempelai pria yang diketahui bernama Anjas, ialah pihak yang pertama membatalkan pernikahan tersebut. Dengan pembatalan dari pihak calon mempelai pria tersebut maka apapun yang sudah diberikan kepada keluarga wanita sudah tidak bisaa dikembalikan, termasuk mahar Rp35 juta.
Dona bahkan siap memenuhi panggilan polisi setelah ada rencana dari pihak keluarga Anjas yang akan melaporkannya ke polisi. Dona menegaskan tidak ada niat mengembalikan uang Rp35 juta karena pihak keluaarga pria yang sudah lebih dahulu membatalkan dan mengiklaskan.
Dona yang terlihat memberikan keterangan di Mapolsek Pengandonan, Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel juga membatal jika pernikahan batal karena uang mahar kurang Rp700 ribu
Wanita menggunakan hijab coklat itupun menmbacakan berbagai klarifikasi yang sudah ada di sebuah kertas. Dia menepis jika pernikahannya batal karena dia telah memaki-maki calon ibu mertua akibat kekurangan mahar.
"Saya ini memang benar adanya batal nikah, tapi bukan dari pihak saya, melainkan dari pihak mempelai pria. Penyebab batal adalah kesalahpahaman, alasannya mungkin karena mereka tidak terima," ujarnya.
Perihal sudah empat kali batal menikah, Dona membantah tegas. Dia mengaku peristiwa ini, merupakan yang pertama kalinya dirinya batal menikah lalu viral.
Dona juga menegaskan bahwa tenda pernikahan sudah terpasang di sebelah rumahnya. Perihal motor yang disangkakan dibeli dari uang mahar, Dona juga membantah.
Baca Juga: Begini Cara Buat Iklan di TikTok yang Gampang untuk Pemula
"Motor bukan punya saya tapi punya keluarga saya, intinya motor bukan dibeli hasil uang pemberian. logika motor itu harganya 30 juta, dia memberi uang Rp 35 juta, gimana kita mau acara sedekah beli sembako tidak masuk akal kan," ujar Dona.
Hingga kekinian, cerita kekurangan mahar hingga membuat pernikahan batal masih ramai dipembicarakan masyarakat di Sumsel.
Berita Terkait
-
Fakta Pria Palembang Gagal Nikah: Gegara Bentak Calon Mertua Perkara Duit Rp700 Ribu
-
H-1 Batal Menikah, Pria di Palembang Mau Lapor Polisi Sampai Minta Mahar Rp35 Juta Dikembalikan
-
Fakta-fakta Pria Palembang Gagal Nikah Gegara Ibu Dibentak Calon Istri, Perkara Uang Rp700 Ribu
-
'Ditakuti' Calon Pengantin Wanita, Pria H-1 Batal Menikah di Palembang: Dia Ngaku Didekati Polisi Juga ASN
-
Kesalnya Pria di Palembang H-1 Batal Menikah: Karena Mahar Kurang Rp700 Ribu, Dia Bentak Ibu Aku
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Film Good Luck, Have Fun, Don't Die: Satir Gila tentang Kecanduan Teknologi
-
Bangga, Brand Modest Fashion Bekasi Sampai ke Hong Kong: Berdayakan Pekerja Lokal!
-
OTT Bupati Cilacap Guncang PKB: Kader Terkejut, Minta Publik Tunggu Penjelasan Resmi KPK
-
Pancing Hujan Buatan, 35 Ton Garam Disemai untuk Tekan Karhutla di Riau
-
Terlalu Tua untuk Bekerja? Wajah Ageisme di Dunia Kerja Indonesia
-
Kenapa Kita Cenderung Impulsif saat Memegang Uang THR? Ini Alasannya
-
BRI Semarang Pattimura Dukung Program Serambi BI: Fasilitasi Penukaran Uang Baru di Pasar Modern BSB
-
Cegah Kelangkaan LPG seperti di India, RI Amankan Kontrak Jangka Panjang dengan AS!
-
Cara Cek NISN Online untuk SPMB 2026, Awas Jangan Sampai Salah
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak