/
Senin, 02 Januari 2023 | 08:51 WIB
Deklarasi Anies Baswedan jadi Capres dari Partai NasDem (Suara.com)

Suara Sumatera - Belum lama ini muncul pandangan dari pengamat politik jika respek terhadap Anies Baswedan mulai menurun. Hal ini dissebutkan terjadi karena Partai NasDem yang mulai meninggalkan sosok Anies Baswedan.

Anies Baswedan yang telah dideklarasikan menjadi bakal capres 2024 oleh Partai NasDem sejak beberapa bulan lalu masih belum mendapatkan kejelasan dari poros koalisi baik dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan Anies sebagai sosok yang terasosiasi sebagai representasi dari kelompok-kelompok oposisi, kelompok-kelompok kritis mencoba peruntungan di Pilpres 2024 dengan semangat ganti rezim.

"Keinginan mengalahkan dominasi PDIP dan seterusnya," ungkapnya.

Kemunculan Anies dan Partai NasDem memang langsung mendapat tempat yang berdampak positif.

Namun, Adi juga mengingatkan adanya penurunan tensi dan kepercayaan di kalangan pendukung Anies padahal sudah melakukan safari ke lima provinsi di Indonesia.

"Memang belakangan tensi dan respect publik agak sedikit mengendor, ke NasDem-nya dan termasuk ke Anies," jelas Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia tersebut.

Mengingat poros perubahan yang dibayangkan oleh NasDem ataupun Anies secara lantang akan menghapus legacy Jokowi jika menang jadi presiden atau pemenang di Pilpres 2024.

Sebagai contoh adalah proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. "Misalnya poros perubahan mengandaikan IKN itu adalah proyek yang ugal-ugalan. Sesuatu hal yang kemudian tidak pernah muncul dari Anies maupun dari teman-teman NasDem," ujar Adi.

Baca Juga: 3 Pola Pikir Pembelajar yang Harus Kamu Miliki, Biar Nggak Gampang Minder!

Kelompok ini pun berkeinginan agar menghentikan utang kepada pihak luar negeri. "Misalnya poros perubahan itu bicara bahwa mereka tidak akan melanjutkan infrastruktur di zamannya Jokowi yang dianggap ugal-ugalan dan mangkrak," kata Adi.

Karena itu, kelompok tersebut menginginkan perubahan.

"Kalau itu yang dilakukan, Anies yang dianggap sebagai representasi kelompok oposisi, perubahan politik, akan naik kembali. Perubahan itu yang ditunggu," imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya pihaknya masih mempersiapkan semua amunisi yang diperlukan, termasuk dengan berbelanja masalah lewat berbagai forum publik.

"Sabar bos!" tegas Willy, memastikan bahwa narasi tersebut siap diusung oleh pihaknya meski kini dinilai belum tampak.

"Ini kan masih warming up, tiket belum. Jadi kan belum apa-apa. Kan ingat aja, ojo kesusu (jangan buru-buru), Bos. Kan tiket belum cukup, jadi satu hal, semua ada masanya," tuturnya.

Load More