Suara Sumatera - Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus memberikan sinyal pergantian jabatan (reshuffle), namun hal tersebut dinilai akan berat dilakukan.
Karena menurut Pengamat Tata Negara Refly Harun, Jokowi akan terus melakukan pertimbangan guna melakukan pergantian kekuatan di tubuh kabinet. Jokowi pun dinilai belum berani mengeluarkan menteri partai NasDem meski makin diprovokasi oleh banyak kelompok.
Jokowi masih membutuhkan atau mempertimbangkan kekuatan yang tidak menguntungkan bagi dirinya.
Refly menyebut Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memiliki kekuatan sendiri sebagai oposisi.
“Karena dia punya resources, resource yang tidak dipunyai oleh Demokrat dan PKS,” ucapnya dalam kanal YouTube miliknya.
Surya Paloh dinilai memiliki media, yang akan mampu mempengaruhi opini publik.
“Kita tahu bahwa NasDem punya Metro, punya Media Indonesia ya, punya medcom dan ini bisa dipakai secara efektif untuk kebanyakan kepentingan mereka. Nah kalau seandainya dia berada pada posisi oposisi maka tidak ada lagi halangan untuk mengkritik kebijakan pemerintah,” ungkapnya.
Di melihat Surya Paloh memiliki dua keinginan yakni tetap bertahan di dalam kabinet sekaligus sudah bersiap di Pilpres 2024, dengan mendeklarasikan Anies Baswedan.
Mengingat mendeklarasikan Anies Baswedan itu jauh lebih menguntungkan ketimbang mendukung Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Baca Juga: Polresta Solo Panen 26 Motor Knalpot Brong di Malam Tahun Baru
“Karena mengendorse Ganjar dan Prabowo itu hanya akan menguntungkan partai-partai dimana mereka berasal. Gerindra akan diuntungkan dengan Prabowo dan PDIP kalau seandainya Ganjar tetap dicalonkan PDIP juga dan Nasdem mengekor maka, yang untung adalah PDIP,” ungkap ahli hukum tata negara ini.
Tidak ada pilihan lain bagi Surya Paloh kecuali mendukung atau mendeklarasikan Anies Baswedan. Karena bagi Partai NasDem, Anies akan mampu mendokrak suara pada Pemilu 2024.
Tapi kata dia, tidak mungkin suaranya turun kecuali Anies tidak jadi dicalonkan oleh koalisi Nasdem, Demokrat dan PKS.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Tag
Berita Terkait
-
Marah Buruh Usai Pelajari Perppu Cipta Kerja 'Ciptaan' Jokowi, Bersiap Demo Besar-besaran
-
Pantas NasDem Berani Usung Anies, Ternyata Punya 'Kartu AS' hingga Bikin Jokowi Ketar-ketir
-
Incar Posisi The Next Jokowi, Anies Baswedan Ternyata Diam-Diam Sudah Punya Jabatan Ini
-
Benarkah Anies Baswedan Mulai Kendor Karena Ditinggalkan NasDem? Faktanya Ini
-
Habib Rizieq Serukan Umat Islam Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Benarkah?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Jokowi ke Kader PSI: Kalau Semua Jalur Mentok, Datang Saja ke Solo
-
Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras
-
Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
-
5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!
-
Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok
-
Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah
-
Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun
-
Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan
-
Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi
-
Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya