/
Selasa, 03 Januari 2023 | 09:11 WIB
Anies Baswedan (Suara.com)

Suara Sumatera - Kabar bahwa Capres Partai NasDem, Anies Baswedan meminta dukungan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FIP) demi memenangkan Pilpres 2024, beredar di internet.

Informasi tersebut diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube Liputan Politik pada 30 Desember 2022 lalu.

"HOTNEWS!! DEMI MENANG PILPRES 2024 ANIES MINTA DUKUNGAN HTI DAN FIP.." tulis judul unggahan video YouTube tersebut.

CEK FAKTA: Demi Menang Pilpres 2024, Benarkah Anies Baswedan Minta Bantuan FPI dan HTI? (sumber: YouTube/liputan politik)

"RAHASIA NASDEM TERBONGKAR ANIES MINTA DUKUNGAN HTI DAN FIP MAJU PILPRES 2024" tulis keterangan thumbnail.

Benarkah kabar tersebut?

Berdasarkan hasil penelusuran Cek Fakta Suara.com, klaim soal Anies Baswedan meminta dukungan HTI dan FPI untuk dirinya menang Pilpres adalah salah.

Dalam video tersebut nyatanya tak ditemukan mengenai informasi atau soal klaim yang mencatut nama Anies tersebut.

Selain itu, narator video tersebut membahas menganai cuitan akun Twitter politisi PDIP Ruhut Sitompul.

Dalam cuitan tersebut, Ruhut menyebut politisi NasDem Sugeng Suparwoto menyampaikan bahwa HTI dan FPI bukanlah organisasi terlarang.

Baca Juga: Makin Moncer! Elektabilitas Prabowo Teratas, Saingi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Padahal, Sugeng tak memberikan pernyataan tersebut dan menegaskan pihaknya atau Anies tak mencari dukungan FPI dan HTI.

Tudingan tersebut menurut Sugeng merupakan tudingan yang berunsur politik.

Narator tersebut membacakan artikel dari Suara.com yang diunggah pada 25 Desember 2022 dengan judul "Ruhut Sitompul Kritik HTI-FPI Ikut Dukung Anies Baswedan, NasDem Naik Darah dan Bongkar Rahasia Ini".

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan di atas, maka kabar Anies meminta dukungan FPI dan HTI untuk pilpres adalah keliru.

Informasi yang telah tersebar tersebut masuk dalam kategori hoaks.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More