/
Senin, 02 Januari 2023 | 21:04 WIB
Jokowi di istana (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara Sumatera - Sinyal pergantian jabatan menteri (reshuffle) terus disampaikan Joko Widodo (Jokowi). Bahkan belakangan, Jokowi menyebut agar menunggu mengenai hal tersebut.

“Ya tunggu saja,” ujar Jokowi singkat di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin.

Ketika disinggung terkait kemungkinan adanya perubahan posisi partai politik di jajaran kabinet, Jokowi kembali menjawab “tunggu saja,”.

Sinyalemen perombakan Kabinet Indonesia Maju pada 2023 bukan kali pertama disampaikan oleh Presiden Jokowi.

Pada akhir tahun lalu tepatnya 23 Desember 2022, ketika disinggung mengenai hasil survei dari sebuah lembaga survei terkait persetujuan responden agar dilakukan “reshuffle” kabinet, Jokowi menjawab bahwa terdapat kemungkinan untuk mengubah posisi menteri. Namun, Jokowi tidak menyebut waktu pasti untuk perombakan kabinet itu.

menyebut kata 'tunggu saja'.

Publik kemudian mengaitkan jika pergantian kabinet sebagai buntut dari keberanian Partai NasDem mendeklarasikan Capres pada Pilpres 2024 lebih cepat. Partai besutan Surya Paloh mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon Pilpres 2024.

Pengamat politik Refly Harun menyoroti bagaimana Partai NasDem terus mendapatkan sorotan tajam setelah mengusung Anies Baswedan.

Mulai dari ketegangan dengan Joko Widodo alias Jokowi hingga reshuffle yang disinyalir akan segera dilakukan jelang Pilpres 2024.

Baca Juga: Cerita dari Rumah Mewah yang Terbengkalai, Tiko Terpaksa Putus Sekolah karena Sang Ibu Depresi

Refly menilai bahwa partai besutan Surya Paloh tersebut merupakan sebuah partai yang tak bisa dianggap remeh.

NasDem memiliki kualitas serta modal yang beda sendiri, khususnya jika mereka benar-benar menjadi oposisi.

“Dia tidak bisa dipandang sebelah mata, why, ya karena dia punya resource, resource yang tidak dipunyai oleh Demokrat dan PKS,” ucap Refly.

Situasi ini mengakibatkan Partai NasDem tidak memiliki pilihan bagi Surya Paloh kecuali mendukung atau mendeklarasikan mantan menteri pendidikan itu.

“Jadi bagi NasDem, Anies Itu adalah harta yang bisa mengantar NasDem pada surga dan neraka,” tutur ahli hukum tata negara ini.

Jokowi tidak akan pernah menendang mereka termasuk menteri dari NasDem jelang Pilpres 2024.

Hal tersebut tak akan terjadi selama Anies Baswedan belum jelas apakah akan menjadi calon presiden atau tidak.

“Tapi kalau Anies sudah jelas menjadi calon presiden itu kesempatan untuk menendang NasDem sesungguhnya,” tandasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More