/
Selasa, 03 Januari 2023 | 09:29 WIB
Khofifah Inda Parawansa (Suara.com)

Suara Sumatera - Upaya menghentikan langkah (jegal) Anies Baswedan disebut-sebut terus dilakukan berbagai pihak. Kali ini mengaitkan nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur perempuan yang disebut-sebut akan berpasangan dengan Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang, disebutkan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabar Khofifah dijemput paksa oleh KPK usai beberapa waktu lalu ruangannya digeledah KPK. Salah satu akun Facebook membagikan informasi ini. Akun tersebut tampak mengunggah sebuah video berdurasi 9 menit 8 detik dengan narasi penjemputan paksa Khofifah oleh KPK.

Menariknya lagi, pemilik video mengaitkan penjemputan paksa Khofifah dengan upaya menjegal eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang akan melaju ke Pemilihan Presiden 2024.

"Dijemput Paksa Hari Ini !! Ternyata Lewat Khofifah, KPK Jegal Anies di Pilpres 2024," tulis narasi di video tersebut.

Di bagian thumbnail-nya terlihat Khofifah pakai rompi tahanan KPK yang diapit dua pria diduga petugas KPK.

Di sisi kanan terlihat foto Anies kala bertemu dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Sisi lainnya terlihat petugas kepolisian dengan seragam mereka.

"KPK Jemput Paksa Khofifah. Terungkap Ternyata KPK Jegal Anies Lewat Khofifah," seperti itulah judul yang tertera di thumbnail.

Video tersebut tampak telah mendapatkan banyak respon dari warganet. Apakah informasi tersebut benar?

Baca Juga: 5 Makanan Paling Menyehatkan di Dunia, Mana yang Sering Kamu Konsumsi?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran, video yang diunggah pada Selasa (27/12/2022) itu sama sekali tidak membahas penangkapan Khofifah oleh KPK.

Video itu menunjukkan tanggapan sejumlah tokoh, seperti pengamat politik Rocky Gerung, terhadap aksi KPK menggeledah ruang kerja Khofifah belum lama ini.

Rocky menyebut masyarakat turut mencurigai sepak terjang KPK yang mungkin diwarnai dengan motif politik. Salah satu spekulasi yang berkembang adalah KPK menggeledah ruang kerja Khofifah sebagai bentuk upaya menjegal pencapresan Anies.

Terlihat pula video tanggapan dari eks Wakil Ketua KPK Mochammad Jasin. Jasin berharap supaya kasus dugaan korupsi dana hibah pengembangan dari OTT terhadap Wakil Ketua DPRD Jatim itu tidak dibawa ke ranah politik, baik oleh KPK dan pemerintah.

Faktanya, sampai akhir video sama sekali tidak ada informasi mengenai penangkapan paksa Khofifah, apalagi dikaitkan dengan dugaan pencapresan Anies.

Sementara foto thumbnail-nya adalah modifikasi dari foto mantan Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno, yang mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye pada tahun 2017 lalu.

Khofifah juga telah menyatakan tidak ada berkas yang dibawa KPK usai menggeledah ruang kerjanya dan sang wakil, Emil Dardak. Meski begitu, lingkungan Pemprov Jatim mengaku siap apabila akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh KPK.

KESIMPULAN

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa video dengan narasi penangkapan paksa Khofifah oleh KPK ini tidak benar alias hoaks.

Tidak ada pula informasi kredibel mengenai keterkaitan penggeledahan KPK untuk menjegal pencapresan Anies. Kesimpulannya video Facebook tersebut dapat dikategorikan hoaks.

Catatan Redaksi:


Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More