Suara Sumatera - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberikan pidato pembukaan Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-50. Dalam pidato tersebut, Megawati pun mengungkapkan banyak kelebihan dirinya.
Megawati menyebutkan bahwa jika ingin aktif bersosial media seperti anak muda zaman sekarang, pasti sudah memiliki banyak pengikut menyukainya.
"Aku tau-tau ketiban profesor saja dua. Doktor honoris causa 9, masih nunggu 5 karena pandemi. Aku dewe (sendiri) sampai garuk-garuk kepala, iki goro-goro opo yo (gara-gara apa ya). Terus CNBC kasih saya award," kata Megawati dilihat di akun YouTube PDIP, Selasa (10/1/2023).
Megawati pun mengakui diri sebagai sosok yang pintar, sekaligus memiliki tiga kelebihan lainnya.
"Untung saya pintar loh. Jadi kalau mau mejeng, kan sekarang itu apa namanya, selfie, selfie. Kalau aku mau selfie, oh pasti pengikut ku okeh. Kenapa? Pertama perempuan, kedua cantik, tiga karismatik, keempat pintar," katanya.
"Kamu tau gak sih ibumu ini sudah pintar, cantik, karismatik, pejuang. Oh koyok ngene kabeh moh aku. Loh kok sudah punya pemimpin," katanya menambahkan.
Megawati pun lantas heran ketika banyak pertanyaan pemimpin yang baik seperti apa. Padahal, ia pun nyakin sudah menjadi pemimpin yang ideal.
"Ada pertanyaan, pemimpin ke depan yang ibu harapkan itu seperti apa? Kok lo ga liat gue ya haha. Orang jelas-jelas ada," ucapnya.
Ia lantas menyentil Presiden Joko Widodo yang hadir di acara tersebut. Ia berseloroh seharusnya dia mendapat bintang penghargaan karena PDIP fokus untuk menggalakkan program penanganan stunting.
Baca Juga: Singgung Soal Fitnah, Rizky Billar Sebut Sudah Sepatutnya Istri Patuh Pada Suami
Karena tidak diberi bintang penghargaan, Megawati seolah menyindir Jokowi. Jika bukan karena PDIP, ia menyebut Jokowi tidak akan menjadi Presiden.
"Eh PDI Perjuangan galakan program stunting loh Pak. Mbok saya dikasih bintang toh yo. Pak Jokowi itu ngono loh yo. Mentang-mentang. Padahal lah iya, Pak Jokowi kalau ga ada PDIP aduh kasian dah. Loh legal formal loh. Beliau jadi presiden itu nggak ada," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jokowi Puji Megawati Soekarnoputri Belum Umumkan Capres PDIP, Kompak Serang Anies Baswedan?
-
Megawati Soekarnoputri Akui Banyak Yang Tidak Menyukainya: Banyak yang Bermuka Dua
-
Tidak Buru-Buru Umumkan Capres, Megawati Soekarnoputri Sindir Anies Baswedan?
-
Profil Praba Diwangkata Caraka Putra Soma, Anak Lelaki Puan Maharani yang Dikenalkan Megawati di HUT PDIP
-
7 Pernyataan Unik Megawati di HUT PDIP: Sindir Jokowi, Narsis Ngaku Cantik
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
-
FORESTRA 2026 Umumkan Line Up Tahap Kedua, Hadirkan Perpaduan Musik dan Keindahan Alam
-
Samsung Boyong Fitur AI Canggih ke HP Mid-range lewat Galaxy A27
-
Spesifikasi Samsung Galaxy A27 5G, Peningkatan Apa yang Ditawarkan?
-
TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu
-
12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove
-
Tebar Ancaman ke Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026, Hajime Moriyasu: Jepang Punya Peluang Menang
-
Membongkar Fenomena Anti-Intelektual di Media Sosial: Apa yang Salah dengan Kita?
-
KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'