/
Rabu, 11 Januari 2023 | 05:05 WIB
Tangkapan layar Presiden Jokowi. YouTube Sekretariat Presiden (YouTube Sekretariat Presiden)

Suara Sumatera - Presiden Joko Widodo buka suara soal Gubernur Papua Lukas Enembe yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jokowi meminta  meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum.

"Semua sama di mata hukum, itu kan proses penegakan hukum yang harus kita hormati," katanya seperti unggahan video di Twitter, dilihat Rabu (11/1/2023).

Jokowi menegaskan KPK tentunya sudah punya bukti kuat atas penangkapan terhadap kader Partai Demokrat ini atas kasus dugaan korupsi ini

"Saya kira KPK menangkap pasti punya fakta dan barang bukti yang ada," ujarnya.

Gubernur Papua Lukas Enembe tidak melakukan perlawanan alias pasrah saat ditangkap di sebuah rumah makan di Papua pada Selasa (10/1/2023). Lukas akhirnya berhasil dicokok setelah menjadi tersangka pada September 2022 kasus dugaan korupsi APBD Provinsi Papua.

KPK menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian hadiah atau janji terkait proyek pembangunan infrastruktur di provinsi Papua. 

Temuan sementara KPK, Rijatono Lakka selaku Direktur PT TBP menyuap Lukas Enembe seniliai Rp 1 miliar. Hal itu untuk mendapatkan tiga proyek pembangunan di Papua Rp 41 miliar.

"Dalam proses penangkapan tersebut, KPK dibantu oleh Brimob Polda Papua dan informasi yang kami terima yang bersangkutan kooperatif saat dilakukan penangkapan," kata Kepala Pemberitaan KPK Fikri Ali dilansir  dari suara.com.

KPK meyakini penangkapan Lukas mendapatkan dukungan dari masyarakat Papua.

Baca Juga: Tekad Pelatih Jan Olde Riekerink Bawa Dewa United Bangkit di Putaran Kedua BRI Liga 1

"Kami yakin masyarakat Papua mendukung upaya-upaya penegakan hukum tindak pidana korupsi (penangkapan Lukas)," kata Ali.

Ali memastikan KPK tidak memiliki kepentingan politik dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Lukas Enembe. Ia juga menegaskan bahwa penyidikan KPK murni karena proses hukum.

Load More