/
Selasa, 17 Januari 2023 | 17:08 WIB
Anies Baswedan. [YouTube/CXO Media] (YouTube)

Suara Sumatera - Sosok Anies Baswedan makin ramai diperbincangkan usai bersafari ke sejumlah daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Riau, Papua dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Belakangan muncul informasi jika partai yang selama ini mengusung Anies Baswedan, Partai NasDem malah menarik diri.

Saat ini Anies sudah dideklarasikan sebagai Bakal Calon Presiden 2024 oleh Partai NasDem. Partai yang diketuai Surya Paloh itu juga tengah menjajaki pembentukan Koalisi Perubahan bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

Partai Nasdem disebut batal mengusung Anies Baswedan. Hal ini karena Anies Baswedan terlibat dalam dugaan kasus korupsi bantuan sosial Covid-19 tahun 2020.

Di YouTube bernama POLITIK NEGERI bertajuk judul, "Berita Terkini !! Buntut Korups Bansos DKI, NasDem Batalkan Pencapressan Anies," tulis akun tersebut.

Belakangan beredar isu Partai NasDem batal mencapreskan Anies diduga akibat dugaan korupsi bansos DKI Jakarta tersebut.

Bagian thumbnail video terlihat foto Anies bersama jajaran anak buahnya semasa menjabat di DKI Jakarta sedang menginspeksi sebuah gudang. Sementara di sisi kiri terlihat pula foto Paloh bersama Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate.

"Buntut Korupsi Bansos DKI. Koalisi Perubahan Gagalkan Pencapresan Anies," begitulah judul yang tertera di thumbnail video, dikutip pada Selasa (17/1/2023).

PENJELASAN

Ditelusuri, jika video berdurasi 5 menit itu tidak menampilkan konten sebagaimana narasinya. Video tersebut sama sekali tidak membahas mengenai dugaan korupsi bansos Covid-19

Baca Juga: Pengajuan Anggaran Perbaikan Jalan Rusak Parah Selalu Dicoret, Dedi Mulyadi Turun Tangan: Ya Sudahlah

Video juga menarasikan artikel Suara.com bertajuk "Kabar Buruk! Sudah Koar-koar, Partai NasDem Ternyata Tak Serius Usung Anies Baswedan Jadi Capres?" yang tayang pada Jumat (13/1/2023).

Partai NasDem mengusung Anies Baswedan di Pemilu 2024 masih cukup meragukan. Partai NasDem menolak Partai Demokrat mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi cawapres Anies.

"Bisa jadi NasDem menolak kalau (AHY jadi) wapresnya Anies. Tapi orang akan bertanya, ini jangan-jangan NasDem juga ikut menjadi skenario menggagalkan Anies. Pura-pura mendukung tapi ternyata ujungnya menggagalkan," kata Refly.

Hingga kekinian dugaan korupsi tersebut masih menjadi bola liar di kalangan warganet.

KESIMPULAN

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa video unggahan kanal YouTube POLITIK NEGERI tidak memuat informasi sebagaimana narasinya.

Faktanya tidak ada informasi mengenai batalnya pencapresan Anies akibat dugaan bansos DKI Jakarta. Dugaan kasus korupsi itu juga masih simpang-siur, sementara di sisi lain Partai NasDem belum membatalkan deklarasi dukungannya terhadap Anies.

Dengan demikian, video tersebut dapat dikategorikan sebagai hoaks.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More