Suara Sumatera - Dalam berapa hari terakhir diketahui sejumlah perumahan di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tengah dilanda krisis air bersih. Di tengah krisis untuk mendapatkan air di sana, Instagram @spambpbatam malah menyuruh warga untuk mengikuti akun itu untuk bisa mendapatkan air tangki.
Dalam postingan Instagram story itu mengumumkan akan mendistribusikan air tangki bagi masyarakat yang membutuhkan jika mem-follow akun Instagram itu.
"Terkait Permintaan Distribusi Pengiriman Tangki Air Ke Wilayah Yang Terdampak Bisa DM, Akan Kami Kasih Contactnya. Syarat Follow IG @spambpbatam dan DM dengan sopan. DM tidak sopan tidak akan di layani," tulis postingan akun melansir batamnews.co.id, Senin (23/1/2023).
Netizen yang melihat kemudian melontarkan beragam komentar. Mereka menuliskan kekesalan di postingan Instagram tersebut.
"Apa betul kalo DM tidak sopan tidak dilayani? Gak perlu juga sih seperti itu. Psikologis banget kalo manusia perlu air, gak ada air menurut bapak2/ibu2 yg terhormat seperti apa?Tidak ada tenggat waktu sampai kapan mati airnya. Sedzolim ini,padahal berbayar bukan ngemis," tulis netizen.
"Agak lain emang, haus akan kehormatan tapi sendirinya kurang manusiawi," tulis nitizen lainnya.
"Gilak gilak follower kalian itu ya? Bisa-bisanya kalian matiin air 24 jam, minta air aja pakai syarat kelen buat. Macam betool aja kelen," kata nitizen.
Bubarkan SPAM Batam
Anggota DPRD Provinsi Kepri Uba Ingan Sigalingging menilai, SPAM Batam di bawah Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah melanggar aturan sesuai di PP No 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum.
"Jelas di situ tertulis bahwa SPAM bertanggungjawab, tak hanya soal kualitas tapi juga distribusi dan menjamin hak rakyat atas kebutuhan air minum," katanya.
Dirinya menganggap BP Batam gagal lantaran pelayanan tak sesuai PP 122/2015 terkait kontinuitas dan distribusi terhadap kebutuhan air bersih bagi rakyat.
Untuk itu, dirinya meminta agar SPAM Batam untuk dibubarkan. Pemerintah dalam hal ini Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dan juga Gubernur Kepri, Ansar Ahmad agar bisa menyelesaikan masalah tersebut.
"Kalau begini kondisinya, bubarkan saja SPAM Batam," jelasnya.
Ia mengaku geram dengan pelayanan yang diberikan oleh SPAM Batam ke masyarakat. Pasalnya, banyak kesempatan diberikan untuk berbenah, namun faktanya sampai saat ini distribusi dan kualitas air tetap buruk.
"Sampai saat ini bukan saja waiting list daftar tunggu yang banyak dan tak mampu dipenuhi, tapi yang sudah ada saja mereka tak mampu memberikan pelayanan yang baik," cetusnya.
Berita Terkait
-
Upaya BWA Memakmurkan Masjid melalui Program Air Bersih
-
Seminggu Air Tak Mengalir, Warga Cipta Green Mansion Batam Beli Air Galon untuk Mandi dan Cuci Piring
-
Habis Manis Sepah Dibuang! Ayah Tiko Herman Moedji Susanto Ternyata Diusir Ibu Eny Karna Faktor Ekonomi
-
Rawat Ibu ODGJ Tanpa Listrik dan Air Bersih, Tiko Tampung Air Hujan Hingga Gunakan Lilin
-
Instalasi Air Terpadu dari Kemensos Mampu Sediakan 12.000 Liter/Hari untuk Warga Klungkung
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah