/
Senin, 23 Januari 2023 | 17:12 WIB
Tangkapan layar postingan akun Instagram SPAM BP Batam. Instagram @spambpbatam (Instagram @spambpbatam)

Suara Sumatera - Dalam berapa hari terakhir diketahui sejumlah perumahan di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tengah dilanda krisis air bersih.  Di tengah krisis untuk mendapatkan air di sana, Instagram @spambpbatam malah menyuruh warga untuk mengikuti akun itu untuk bisa mendapatkan air tangki. 

Dalam postingan Instagram story itu mengumumkan akan mendistribusikan air tangki bagi masyarakat yang membutuhkan jika mem-follow akun Instagram itu. 

"Terkait Permintaan Distribusi Pengiriman Tangki Air Ke Wilayah Yang Terdampak Bisa DM, Akan Kami Kasih Contactnya. Syarat Follow IG @spambpbatam dan DM dengan sopan. DM tidak sopan tidak akan di layani," tulis postingan akun melansir batamnews.co.id, Senin (23/1/2023).

Netizen yang melihat kemudian melontarkan beragam komentar. Mereka menuliskan kekesalan di postingan Instagram tersebut. 

"Apa betul kalo DM tidak sopan tidak dilayani? Gak perlu juga sih seperti itu. Psikologis banget kalo manusia perlu air, gak ada air menurut bapak2/ibu2 yg terhormat seperti apa?Tidak ada tenggat waktu sampai kapan mati airnya. Sedzolim ini,padahal berbayar bukan ngemis," tulis netizen.

"Agak lain emang, haus akan kehormatan tapi sendirinya kurang manusiawi," tulis nitizen lainnya. 

"Gilak gilak follower kalian itu ya? Bisa-bisanya kalian matiin air 24 jam, minta air aja pakai syarat kelen buat. Macam betool aja kelen," kata nitizen. 

Bubarkan SPAM Batam 

Anggota DPRD Provinsi Kepri Uba Ingan Sigalingging menilai, SPAM Batam di bawah Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah melanggar aturan sesuai di PP No 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum.

Baca Juga: Visi Eko Setyawan jika Terpilih Jadi Exco PSSI: Siap Dengar Semua Aspirasi hingga Ciptakan Federasi yang Bersih

"Jelas di situ tertulis bahwa SPAM bertanggungjawab, tak hanya soal kualitas tapi juga distribusi dan menjamin hak rakyat atas kebutuhan air minum," katanya. 

Dirinya menganggap BP Batam gagal lantaran pelayanan tak sesuai PP 122/2015 terkait kontinuitas dan distribusi terhadap kebutuhan air bersih bagi rakyat.

Untuk itu, dirinya meminta agar SPAM Batam untuk dibubarkan. Pemerintah dalam hal ini Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dan juga Gubernur Kepri, Ansar Ahmad agar bisa menyelesaikan masalah tersebut. 

"Kalau begini kondisinya, bubarkan saja SPAM Batam," jelasnya.

Ia mengaku geram dengan pelayanan yang diberikan oleh SPAM Batam ke masyarakat. Pasalnya, banyak kesempatan diberikan untuk berbenah, namun faktanya sampai saat ini distribusi dan kualitas air tetap buruk.

"Sampai saat ini bukan saja waiting list daftar tunggu yang banyak dan tak mampu dipenuhi, tapi yang sudah ada saja mereka tak mampu memberikan pelayanan yang baik," cetusnya.

Load More