Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menjawab kebutuhan air bersih bagi warga Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung di, Bali, melalui program instalasi air terpadu. Program ini mampu menyediakan 12.000 liter air per hari atau sekitar 600 galon. Walhasil, program ini pun mulai dinikmati oleh masyarakat sekitar.
Ketut Mulyani (41), salah satu warga Klungkung yang mulai menikmati program tersebut. Berkat program Instalasi Air Terpadu, langkahnya kini terasa lebih ringan karena mulai Minggu, (18/12/2022) kemarin, ibu beranak 3 ini tak perlu lagi bolak balik ke kali (sungai) hanya untuk mencuci pakaian.
Mulyani dan 6 anggota keluarga lainnya dalam satu atap, tak perlu menampung air hingga semalaman untuk bisa mandi esok paginya. Kebutuhannya akan air, kini terjawab sudah. Warga Desa Kasaman, Kecamatan Klungkung, Bali ini, bisa kembali mencuci di muka rumah. Mandi pun tak lagi perlu bersusah payah.
"Senang sekali, airnya sudah lancar. Sekarang, mau nyuci kapan pun, mau pagi, siang, sore juga bisa, ga perlu repot jalan dulu ke kali," kata Mulyani saat ditemui di rumahnya di kawasan Klungkung, Sabtu, (17/12/2022) sore.
Sebelumnya, untuk mencuci baju saja, Mulyani harus berjalan sekitar 50 meter dari rumahnya dengan medan turunan menuju sungai. Termasuk, untuk mandi, dia harus lebih dulu menampung air semalaman pada bak-bak besar agar satu KK dengan 7 jiwa itu bisa mandi pada esok harinya.
Ini disebabkan oleh sulitnya air yang mengalir dari kran rumahnya. Menurut dia, kondisi ini juga dialami sejumlah warga di sekitar tempat tinggalnya.
"Dulu, kondisi airnya susah, kadang macet. Hidupnya di jam-jam tertentu, itu pun kecil ngalirnya. Makanya, nyuci susah, masak susah, mandi juga harus nampung," katanya.
Hal serupa dirasakan guru SDN 1 Kamasan, Ni Nengah Ardini, yang tinggal di mess sekolah. Selama tinggal di sana, dia juga memantau aliran air di sekolah dalam satu tahun terakhir yang diakuinya tidak lancar.
"Air di sekolah itu mengalirnya kurang lancar. Pagi itu (airnya) ga ngalir, paling siang, ngalirnya itu kira-kira jam 1 atau jam 2. Itu pun, kami tidak bisa menyalakan semua titik air atau kran yang ada, baik di WC maupun di wastafel, harus secara bergilir," kata Ardini saat ditemui di SDN 1 Kamasan.
Menurut dia, kebutuhan air di sekolahnya mengajar menjadi penting lantaran anak-anak usia SD perlu menjaga kebersihan sebelum dan sesudah beraktivitas di dalam kelas.
"Air itu pasti jadi kebutuhan utama setiap hari, baik anak-anak untuk BAB, buang air kecil. Namanya juga anak-anak, jika tidak ada air, mereka pasti tidak mau menyiram atau kumuhlah jadinya WC di sekolah. Ini juga demi kebersihan dan kesehatan anak-anak kami," ucap wanita asal Pulau Dewata ini.
Sehingga, adanya air bersih untuk sekolahnya, dianggap mempunyai arti signifikan. "Kami, pihak sekolah di sini berharap dengan adanya bantuan air bersih, aliran air bisa lebih lancar. Jadi, kami di sekolah tidak kebingungan mencari air saat dibutuhkan, dan tidak kelabakan meladeni anak-anak," kata dia.
Dua Kebutuhan Jenis Air
Keresahan Mulyani dan Ardini terhadap air ini ditangkap Kemensos sebagai kebutuhan krusial warga yang harus segera dipenuhi.
Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam (PSKBSNA) Kemensos Mira Riyati Kurniasih mengatakan dampak terhadap kebutuhan air yang tidak terpenuhi bisa menimbulkan konflik di tengah-tengah warga.
Berita Terkait
-
Terima Mesin Gergaji Khusus dari Kemensos, Tukang Ukir di Klungkung Makin Produktif Bekerja
-
7 Pemilik KTP Ini Berhak Terima PKH Rp750.000 dari Kemensos dan Cairkan Bantuan di Aplikasi Cek Bansos
-
Penuhi Syarat Ini dan Cek Bansos PKH Ibu Hamil yang Cair Rp750.000 Desember 2022 dari Kemensos di Link Ini
-
Cek Bansos BLT BBM Tahap 2 via Link cekbansos.kemensos.go.id dan Cairkan Rp300.000 dari Kemensos
-
Cukup Pakai KTP untuk Cek Bansos PKH Lansia Tahap 4 Cair Rp600.000 Desember 2022 di Link Ini
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa
-
Donald Trump Ancam Iran Jadi Neraka Dunia: Segala Puji Bagi Allah SWT
-
Pakai Foto AI Buat Respons Laporan Warga: Pemprov DKI Berang, Oknum Disikat, Aturan Ketat Disiapkan
-
Trump Ancam Iran Hidup Menderita Jika Selat Hormuz Ditutup, Siapkan Serangan Besar
-
Serangan Israel di Jnah Beirut Tewaskan Warga hingga Iran Berhasil Tembak Jatuh Pesawat Militer AS
-
Babak Baru Kasus Pembunuhan Kacab Bank: 3 Prajurit TNI Jalani Sidang Perdana di PN Militer Hari Ini!
-
Puing Helikopter Black Hawk dan C-130 AS Berserakan di Gurun Iran
-
Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!
-
Donald Trump Ancam Kirim Neraka ke Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Dalam Waktu 48 Jam Mendatang
-
Imbas Kasus Amsal Sitepu, Kajari dan Kasi Pidsus Karo Diboyong Intel Kejagung ke Jakarta!