/
Sabtu, 28 Januari 2023 | 08:56 WIB
Ilustrasi warga Cina (Javier Quiroga/Unsplash)

Suara Sumatera - Beredar kabar di media sosial yang menyebut bahwa 200 juta rakyat Tiongkok akan menempati 10 proyek reklamasi di Indonesia.

Informasi tersebut disebarkan melalui sebuah postingan oleh akun Twitter Putra Langkisau pada 23 Januari 2022. 

Akun Twitter tersebut menyertakan sebuah sumber video unggahan pertama yang ada pada kanal YouTube Redaksi Umat.

Adapun narasinya sebagai berikut:

"Ustazd Andri Kurniawan : Bahkan diprediksi 2024 kalau 10 Proyek Reklamasi itu jadi dan termasuk Reklamasi Teluk Benoa Bali akan ada 200 Juta Rakyat China Daratan akan menempati 10 Proyek Reklamasi itu." demikian caption akun itu dikutip Sabtu (28/1/2023).

Benarkah klaim tersebut?

PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran yang dilalukan, klaim yang menyebut 200 juta rakyat Tiongkok atau Cina akan menempati 10 proyek reklamasi di Indonesia tidak didukung data yang valid.

Dilansir dari medcom.id, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu. Sebelumnya juga beredar narasi senada pada tahun 2020 lalu. 

Sebanyak 200 warga Tiongkok memasuki wilayah NKRI, namun narasi tersebut tidak didukung data yang valid.

Baca Juga: Berbaju Merah, Ridwan Kamil Asyik Ikut Senam Si Cita di Acara PDIP Bandung

KESIMPULAN
Dengan demikian klaim 200 juta rakyat Tiongkok akan menempati 10 proyek reklamasi di Indonesia adalah salah, sehingga masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.

Load More