- Pelatih Fabio Cannavaro mengklarifikasi bahwa pemeriksaan ketat terhadap Timnas Uzbekistan merupakan prosedur keamanan standar turnamen Piala Dunia 2026.
- Pemeriksaan di area tarmak dilakukan karena tim peserta menggunakan jalur khusus yang berbeda dari penumpang pesawat komersial biasa.
- Cannavaro menegaskan tidak ada perlakuan tidak hormat dan memuji profesionalisme penyelenggara untuk menjaga fokus tim sebelum pertandingan dimulai.
Suara.com - Juru taktik Timnas Uzbekistan, Fabio Cannavaro akhirnya angkat bicara guna melayangkan klarifikasi pasca insiden pemeriksaan ketat yang dialami oleh anak asuhnya menjelang laga persahabatan kontra Belanda pada awal pekan ini.
Langkah pemeriksaan yang berlangsung sesaat setelah armada Uzbekistan turun dari bus di kawasan luar stadion tersebut sempat memicu desas-desus liar di jagat maya.
Terlebih setelah cuplikan rekaman yang menampilkan keterlibatan anjing pelacak disiarkan secara masif oleh salah satu stasiun televisi Amerika Selatan.
Mantan kapten Timnas Italia yang sukses menjuarai Piala Dunia tersebut menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut murni merupakan prosedur pengamanan standar turnamen yang wajib dipatuhi oleh seluruh negara peserta, bukan karena adanya kecurigaan khusus terhadap timnya.
Ia merasa perlu meluruskan berita yang beredar agar fokus konsentrasi anak asuhnya tidak terganggu menjelang sepak mula Piala Dunia 2026.
"Saya melihat foto-foto di halaman depan surat kabar yang menunjukkan penggeledahan yang kami jalani di bandara, sebagai anggota tim nasional Uzbek," tulis Cannavaro di Instagram pribadinya.
"Saya juga melihat judul-judul berita yang menyesatkan, jadi saya ingin meluruskan fakta yang ada," sambungnya.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut kemudian menjabarkan secara terperinci mengenai protokol perjalanan khusus yang berlaku bagi para kontestan Piala Dunia yang sangat berbeda dengan penumpang pesawat komersial reguler.
Saat berpindah lokasi, rombongan atlet tidak perlu melintasi area terminal bandara, melainkan langsung diarahkan menuju tarmak bandara menggunakan transportasi bus khusus.
Baca Juga: Fakta-Fakta Piala Dunia 2026 Jarang Diketahui Orang, Ada Negara Tak Pernah Absen
"Ini adalah pemeriksaan rutin yang standar. Orang-orang tidak menyadari satu hal: ketika tim nasional Piala Dunia bepergian, mereka tidak melalui terminal bandara seperti pelancong biasa, tetapi dibawa langsung ke tarmak dengan bus yang dipesan untuk tim," jelas pelatih berusia 52 tahun itu.
Lantaran melewati jalur pintas tersebut, seluruh proses pengecekan bagasi yang lazimnya diselesaikan di dalam terminal dipindahkan secara langsung ke tarmak.
"Pemeriksaan yang dijalani pelancong biasa di terminal, kami jalani langsung di tarmak. Sama persis. Ini adalah prosedur standar," tambah Cannavaro mengenai kesamaan proses pemeriksaan.
Prosedur pengamanan ketat serupa juga diberlakukan saat tim hendak memasuki stadion pertandingan.
Setiap kontestan wajib melewati proses pemindaian keamanan, baik saat masih berada di hotel menjelang keberangkatan maupun sesaat setelah mendarat di area stadion.
Dalam laga kontra Belanda kemarin, skuad Uzbekistan menjalani pemeriksaan di stadion, sementara tim nasional Belanda telah diperiksa terlebih dahulu saat berada di hotel.
Berita Terkait
-
Wasit Somalia Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026 Gara-gara Namanya Mirip Pemimpin Teroris
-
Piala Dunia 2026 Tayang Jam Berapa di Indonesia? Ini Jadwal Lengkapnya
-
Prediksi Juara Piala Dunia 2026? Spanyol dan Prancis Paling Dijagokan
-
Mampukah Portugal Buktikan Diri Bukan 'Ronaldo FC' di Piala Dunia 2026?
-
Berapa Hadiah Juara Piala Dunia 2026? Cetak Rekor Terbesar Sepanjang Sejarah
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Wasit Somalia Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026 Gara-gara Namanya Mirip Pemimpin Teroris
-
Ole Romeny Bongkar Rahasia Gacor di Timnas Indonesia: Saya Merasa Bebas Saat Pakai Jersey Garuda
-
Klaim Timnas Indonesia Makin Ditakuti di ASEAN, Erick Thohir Singgung Thailand dan Vietnam
-
Media Kuwait Puji Progres Timnas Indonesia: Sebut Skuad Garuda Mengagumkan
-
Prediksi Juara Piala Dunia 2026? Spanyol dan Prancis Paling Dijagokan
-
PSSI Siap Pajang Foto Suporter Penghina Beckham Putra, Pelaku Terancam Blacklist
-
Mampukah Portugal Buktikan Diri Bukan 'Ronaldo FC' di Piala Dunia 2026?
-
Fakta-Fakta Piala Dunia 2026 Jarang Diketahui Orang, Ada Negara Tak Pernah Absen
-
Pembuktian Harry Kane sebagai Striker Tertajam di Planet, Bisakah Bawa Inggris Juara Piala Dunia?
-
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik