Suara Sumatera - Pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 makin menjadi pertanyaan publik. Mengingat partai yang mengusungnya, Partai NasDem sibuk mencari saluran koalisi lainnya.
Pengamat politik yang juga Direktur IndoBarometer, Muhammad Qodari menilai kunjungan Nasdem ke Sekber Gerindra-PKB adalah bagian dari dinamika politik yang memang belum selesai.
Pertemuan ini dinilai menjadi bagian dari skenario lain untuk mencari alternatif koalisi setelah pencalonan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres), belum mendapatkan titik diantara Nasdem, dan PKS sekaligus juga partai Demokrat.
"Kita tahu posisi Nasdem kan mencalonkan Anies sebagai calon presiden, nah komunikasi politik yang selama ini terjadi antara Nasdem adalah dengan partai Demokrat dan PKS. Di sini rupanya menjadi sumber kerumitan tersendiri, karena Demokrat ingin AHY jadi wakilnya Anies Baswedan, "sementara PKS ingin Ahmad Heryawan," jelas Qodari.
Di sisi lain, publik juga sudah paham, sejak awal Partai Gerindra sudah memiliki bakal capres sendiri yakni Prabowo Subianto.
Kerumitan di Koalisi Perubahan ini, jelas Qodari, dinilai membuat Nasdem sepertinya khawatir dengan masa depan pencalonan Anies.
Diakui Qodari, memang sejak awal Anies sendiri pun juga sudah berkomunikasi dengan Partai Demokrat, misalnya dengan kunjungan ke petinggi Demokrat gitu. Termasuk juga pertemuan Anies ke PKS.
Namun semua tahu, bahwa Koalisi Perubahan ini baru bisa mengajukan calon presiden, bila memenuhi persyaratan undang-undang presidential threshold 20 %, yakni bila tiga partai politik bersepakat. Namun faktanya hingga saat ini belum terjadi kesepakatan itu.
"Jadi ya dalam situasi pertemuan Nasdem dengan Gerindra itu, saya melihat Nasdem ingin membuka kemungkinan-kemungkinan yang lain ya," kata Qodari.
Baca Juga: Sinopsis Phantom: Film Terbaru Park So Dam yang Berlatar Pendudukan Jepang
Qodari menuturkan, misalnya Nasdem masuk dalam Koalisi Gondangdia. Sementara Koalisi Perubahan belum juga memutuskan bersama dan tidak kunjung terwujud. Maka Nasdem harus punya opsi yang lain untuk bisa berpartisipasi dalam proses politik yang ada. Sementara Demokrat dan PKS, yang kursi keduanya tidak jauh berbeda.
Pertanyaannya, kata Qodari, kenapa Nasdem harus ke koalisi Gerindra dan PKB?
"Saya melihat karena koalisi yang masih memungkinkan dibangun pada hari ini Koalisi Gondangdia, antara Gerindra dan PKB, karena baru dia partai politik. Sedangkan di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) juga sudah penuh," tegas Qodari.
"Di KIB bisa dikatakan itu sudah sudah penuh, ada Golkar ada PPP ada PAN. Dan kalau bergabung disana, posisi Nasdem tidak akan signifikan. Jadi Nasdem kalau masuk ke sana itu menjadi penggembira," imbuhnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Jawaban Jokowi Ditanya Soal Pertemuannya Dengan Surya Paloh: Mau Tahu Aja!
-
Skenario Anies Gagal Nyapres Usai Pertemuan Jokowi-Surya Paloh, Jadi Tumbal Amankan Menteri NasDem?
-
Jokowi Ungkap Hasil Pertemuan Dengan Surya Paloh
-
Upaya Penjegalan, Anies Terancam Gagal Nyapres di Pemilu 2024
-
Momen Akrab Ganjar Pranowo Dan Anies Baswedan di Pernikahan Kiky Saputri: Para Korban Roasting
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian