Suara Sumatera - Belum lama ini Sandiaga Uno mengungkap adanya perjanjian politik antara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Karena itu, sebagai kader Partai Gerindra, Sandiaga Uno pun akan patuh pada keputusan yang menaunginya termasuk adanya perjanjian yang mengikat.
Meski tidak menyebut apakah perjanjian tersebut mengikat janji politik saat Pemilihan Presiden atau Pilpres atau hanya Pilkada Gubernur DKI Jakarta.
Isi perjanjian tersebut diungkapkan berkaitan dengan masa depan bangsa. Perjanjian tersebut terjadi pada menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
Perjanjian Prabowo-Anies-Sandiaga ditulis tangan dan ditandatangani serta dibubuhkan materai menyertainya.
Disebutkan atas dasar pemikiran kepentingan bangsa dan negara, kepentingan apa yang Prabowo inginkan, termasuk poin yang menyertainya.
"Perjanjian itu perjanjian yang menurut saya memikirkan kepentingan bangsa dan negara, kepentingan saat itu kita mencalonkan, kepentingan apa yang pak Prabowo harapkan kepada kita berdua dan poinnya," tutur Sandiaga melansir Suara.com.
Sayangnya Sandiaga tidak menjawab apakah dalam isi perjanjian tersebut terdapat larangan bagi Anies Baswedan agar maju pada Pilpres 2024.
Sandiaga hanya menegaskan jika dalam perjanjian tertulis itu terkait dengan Pilgub DKI Jakarta 2017 di mana dirinya bersama Anies maju sebagai kandidat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menyebut jika perjanjian Prabowo, Anies dan dirinya itu masih berlaku hingga saat ini. Ia sendiri mengaku masih akan mematahui perjanjian tersebut.
Baca Juga: PSSI Tunjuk Indra Sjafri sebagai Pelatih Timnas Indonesia di SEA Games 2023
Melansir Suara.com, analisis politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam menilai Anies Baswedan akan dianggap ingkar janji.
"Jika itu memang ada perjanjian maka Anies Baswedan bisa disebut ingkar janji pada Prabowo atau kacang lupa kulitnya, " kata Arif kepada.
"Mungkin bisa dikatakan Anies lupa bahwa Prabowo orang yang telah menjadi promotornya dalam Pilgub DKI yang berjasa besar mengantarkan menjadi Gubernur," tuturnya.
Anies Baswedan pun menjadi bakal calon (Balon) Presiden pada Pilpres 2024 yang diusung oleh Partai NasDem. Keputusan politik ini pun membuat kader partai Gerindra menilai Anies Baswedan seolah tidak mematuhi kesepakatan yang sudah tertuang sebelumnya.
Berita Terkait
-
Wow! Loyalis Anies Geisz Chalifah Ngaku Siap Maju Pilgub DKI 2024
-
Teman Jadi Lawan, Pasang Surut Hubungan Jokowi - Surya Paloh dari Masa ke Masa
-
Gus Choi Ungkap Upaya Penjegalan Anies Saat Safari Politik di Daerah: Bentuknya Beragam dan Berbeda
-
Anies Dapat Tiket Nyapres Usai Didukung PKS, PDIP: Itu Hak Mereka, Kita Fokus Rumah Tangga Sendiri
-
Di Balik Pembicaraan Empat Mata Jokowi dan Surya Paloh di Istana Jakarta
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!