/
Jum'at, 03 Februari 2023 | 14:40 WIB
Wahana udara tak berawak (UAV) Hermes 900 buatan Elbit Systems terlihat di pabrik perusahaan itu di Rehovot, Israel, 28 Juni 2018. (ANTARA/REUTERS/Orel Cohen/as.)

Suara Sumatera - Israel terus membangun kekuatan tempurnya dengan membuat alat utama sistem pertahanan yang canggih.

Terbaru, Israel membuat pesawat nirawak (drone) yang mampu membawa bom gravitasi seberat 1 ton.

Menurut seorang perwira tinggi militer Israel, drone tersebut tidak menimbulkan suara atau asap ketika bom dijatuhkan.

Menurut dia, yang berbicara secara anonim kepada Reuters, dengan kemampuan seperti itu, drone tersebut menjadi sulit diantisipasi dan dihindari oleh musuh.

Setelah lebih dari dua dasawarsa merahasiakannya, Israel pada Juli lalu mengumumkan drone tempur perintis yang dikembangkannya itu.

Pada November, seorang jenderal Israel mengungkapkan angkatan udara dan pasukan artilerinya mengoperasikan drone itu, yang bisa digunakan untuk menyerang Palestina dan kemungkinan target lain yang jauh seperti Iran dan Sudan.

Drone tersebut dikendalikan dari jarak jauh untuk mengirim video atau menjatuhkan bom.

Wahana tempur itu berbeda dengan drone bunuh diri yang menurut Iran digunakan dalam serangan di Isfahan, yang enggan dikomentari oleh Israel.

Sang perwira mengatakan, armada drone bersenjata Israel mencakup Heron TP, drone seukuran pesawat penumpang buatan Israel Aerospace Industries, dan Hermes, drone buatan Elbit Systems yang ukurannya lebih kecil.

Baca Juga: Warga Pesing Koneng Sebut Korban yang Kehilangan Bra di Jemuran Malas Lapor Polisi

Heron TP, kata perwira itu, "adalah drone terberat yang dimiliki IDF (Angkatan Bersenjata Israel), yang mampu membawa amunisi dengan muatan efektif sekitar 1 ton".

Namun, dia menambahkan bahwa dengan muatan seberat itu bukan berarti drone tersebut bisa membawa sebuah bom seberat 1 ton.

"Hal itu sangat tergantung pada penempatan amunisinya," katanya.

Kedua perusahaan Israel itu tidak mengungkapkan kemampuan senjata drone buatan mereka, yang digambarkan oleh sejumlah sumber di industri pertahanan sebagai kebijakan rahasia Kementerian Pertahanan.

Dengan persenjataannya, Israel telah menjadi salah satu pengguna dan pengekspor drone terbesar di Timur Tengah, menurut Royal United Services Institute (RUSI), sebuah wadah pemikiran di London.

Menurut sang perwira, setiap penjualan drone pengebom dilakukan antarpemerintah untuk menghindari publisitas.

Load More