Suara Sumatera - Venna Melinda menceramahi Sunan Kalijaga yang notabene seorang pengacara dari Ferry Irawan, mengenai apa itu surat kuasa.
Ini terjadi usai sidang cerai Venna Melinda dan Ferry Irawan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Kamis (23/2/2023).
Pada pertemuan itu, Venna Melinda meminta Sunan Kalijaga untuk memperlihatkan surat kuasa dari Ferry Irawan untuk mengambil barang-barangnya di rumah Venna.
Venna penasaran terhadap daftar barang yang diminta Ferry Irawan dari rumahnya yang ada di dalam surat kuasa tersebut.
"Saya pengin lihat yang katanya ada surat kuasa dari Ferry Irawan. Katanya ada daftarnya," kata Venna Melinda usai menjalani sidang cerai.
Dengan percaya diri, Sunan Kalijaga memperlihatkan surat kuasa yang ditulis langsung Ferry Irawan di penjara.
"Saya itu kalau bicara harus ada bukti. Saya bukan tipe pengacara munafik," kata Sunan Kalijaga sambil menunjukkan selembar kertas surat kuasa itu.
Sunan Kalijaga membacakan surat Ferry Irawan yang ditulis 9 Februari 2023. Isinya, meminta agar barang-barangnya di rumah Venna Melinda untuk diambil.
"Barang pribadi termasuk baju, dokumen akta lahir, paspor dan barang pribadi lainnya di laci sebelah kanan tempat tidur. Obat-obatan dan seluruh isi lacinya," kata Sunan Kalijaga membacakan isi surat Ferry Irawan.
Baca Juga: Sambut Valentine, By The Sea PIK Gelar Fashion Show Bertajuk "Wave of Love"
Setelah membaca surat itu, Sunan Kalijaga sempat pergi. Venna Melinda lalu memanggil pengacara tersebut dan mengatakan surat kuasa tidak sah.
"Kok pergi? Bang Sunan kemana? Jangan pergi dulu. Kalau surat kuasa, beda," kata Venna Melinda.
Tim pengacara Venna Melinda lantas menjelaskan, surat yang ditulis Ferry Irawan bukan surat kuasa. "Itu surat minta tolong," ujar pihak Venna Melinda.
Sunan Kalijaga akhirnya kembali dan berdiri di samping Venna Melinda. Ibu Verrell Bramasta itu lantas memberikan contoh surat kuasa yang dianggap sah. "Begini nih, ada materainya," kata Venna Melinda.
Sunan Kalijaga hanya diam mendengar penjelasan Venna Melinda soal surat kuasa. Terlebih dengan adanya ancaman pidana hingga empat tahun penjara.
Tangan Sunan Kalijaga mendekap ke depan, mengangguk-angguk saat Venna Melinda memberikan penjelasan.
Berita Terkait
-
Tunjukkan Surat Kuasa Tanpa Materai, Sunan Kalijaga Tak Berkutik di Depan Venna Melinda
-
Usai Mediasi, Venna Melinda Tagih Utang Ferry Irawan hingga Duit Rokok
-
Ferry Irawan Harus Dengarkan Ini, Venna Melinda Beri Pengumuman Penting
-
Bertemu Terlihat Canggung, Sapaan Venna Melinda ke Ibu Ferry Irawan Dijawab Singkat
-
Venna Melinda Bakal Gugat Balik Ferry Irawan Termasuk Soal Utang Online
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena