Suara Sumatera - Pentolan band Dewa 19 Ahmad Dhani pernah mendapat teror bom buku di tahun 2011.
Paket bom buku yang berjudul 'Yahudi Militan' itu dikirim ke kantor Ahmad Dhani. Beruntung bom tersebut tidak meledak karena dijinakkan Tim Gegana.
Pelaku pengirim paket bom buku itu adalah Pepi Fernando. Pepi buka-bukaan mengenai tujuannya menjadikan Ahmad Dhani sebagai sasaran teror.
Di podcast Close The Door Youtube Deddy Corbuzier, Pepi Fernando mengaku melayangkan teror ke Ahmad Dhani karena termakan gosip.
Saat itu santer beredar isu Ahmad Dhani adalah keturunan Yahudi. Itulah yang membuat Pepi menjadikan Ahmad Dhani sebagai sasaran.
"Karena hari itu, mas Dhani itu lagi kenceng-kencengnya bahwa beliau itu keturunan Yahudi. Jadi bukan mas Dhani yang dihantam, tetapi Yahudinya itu yang ingin saya hantam," kata Pepi Fernando.
Selain itu, Pepi berharap kejadian bom di kantor Ahmad Dhani bisa viral karena Dhani adalah seorang publik figur.
"Memang kebetulan, ya model-model itu juga lah biar viral dan memang berhasil," sambungnya.
Pepi Fernando mengaku ingin meminta maaf kepada Ahmad Dhani atas perbuatannya 12 tahun lalu itu.
Baca Juga: Rachel Vennya Disebut FOMO, Ini 5 Dampak Buruknya Bagi Kesehatan Mental
Menurut Pepi, tujuan pembuatan bom buku pada saat itu bukanlah untuk membunuh para target. Melainkan untuk mengetahui seberapa besar efek bom rakitan yang dibuatnya.
"Itu tempat-tempat itu bakalan terdeteksi. Dalam pikiran saya itu bakalan terdeteksi, kemudian kita nonton di TV terus kita lihat, 'oh, segitu', karena tujuan lain saya itu buat bom gereja Serpong," jelasnya.
Berita Terkait
-
Fuji Cium Tangan Ahmad Dhani, Fans Besar Elji Ucap Syukur: Ok Fix
-
Terungkap Alasan Ahmad Dhani jadi Target Teror Bom Buku: Keturunan Yahudi dan Berpotensi Viral
-
Tepati Janji! Ahmad Dhani Ternyata Masih Tanggung Semua Biaya Hidup Korban Kecelakaan Dul Jaelani
-
Dijodoh-jodohkan dengan El Rumi, Maia Estianty Akui Tak Kenal Sosok Fuji
-
Ada Jaringan Teroris Bangun Parpol Berupaya Ganggu Pemilu 2024, Lolos Verifikasi?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Duh! Nekat Gondol Gamelan di Kota Jogja, Polisi Tangkap Seorang Lansia Tuna Wisma
-
7 Mesin Cuci Satu Tabung Di Bawah Rp2 Juta, Hemat Listrik dan Awet
-
Striker Andalan Siap 100 Persen, Persib Bandung Percaya Diri Sikat Dewa United?
-
Apa Itu Zero Growth CPNS 2026? Ini Dampak Ngeri Buat Pelamar
-
Kronologi Isu Perceraian Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian Mencuat, Berawal dari Konten TikTok
-
Bedak Padat Apa yang Tahan Minyak 24 Jam? Ini 5 Pilihan Biar Gak Bolak-balik Touch Up
-
Laga Tandang ke Sleman, Maxwell Souza Tegaskan Persija Tak Mau Jemawa Lawan PSBS
-
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Kawal Kasus Pungli Kemenag: Harus Transparan
-
Bill Gates dan Obama Mewajibkan Baca Buku Ini! Membedah Rahasia Dominasi Sapiens ala Harari
-
Ini Identitas 8 Penumpang Helikopter PK-CFX yang Jatuh, Pilot hingga Penumpang Terungkap