Suara Sumatera - Beredar narasi video yang menyebutkan bahwa Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suroyo ditangkap KPK akibat menerima suap atas kasus Bharada E.
Klaim tersebut disebarkan oleh sebuah kanal YouTube bernama MERAH PUTIH baru-baru ini dengan judul video sebagai berikut:
“MENGEJUTKAN || KETUA LPSK DI CIDUK GEGARA TERIMA SUAP KASUS BAHARADA E.” demikian dikutip pada Kamis (30/3/2023).
Lantas benarkah klaim bernarasi demikian?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, dalam video itu tidak ada informasi mengenai penangkapan Ketua LPSK oleh KPK terkait kasus Bharada E. Narasi pada video hanya membacakan hasil periksa fakta narasi serupa yang pernah beredar.
Narasi yang dibacakan pada video tersebut malah identik dengan artikel yang diunggah Ayo Jakarta pada 17 Maret 2023 dengan judul Breaking News! Ketua LPSK Diperiksa KPK Akibat Terima Suap Ferdy Sambo? Begini Kejadian dan Faktanya!.
Selain itu, artikel tersebut merupakan hasil periksa fakta dari video dengan klaim Ferdy Sambo pernah mencoba menyogok petugas LPSK dengan segepok uang dalam dalam amplop coklat.
KPK bahkan langsung meminta klarifikasi kepada LPSK pada Agustus tahun lalu. Namun, KPK tidak menemukan data-data dan informasi pendukung mengenai adanya tindak pidana.
Selain itu, dari pihak LPSK sebagai pihak yang mengungkapkan adanya upaya percobaan suap melalui pemberian amplop tidak bisa membuktikan adanya dugaan korupsi.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Akhirnya Ferdy Sambo Dipertemukan dengan Bharada E di Penjara?
Dikutip dari Kompas, KPK menyatakan telah menghentikan pengusutan dugaan upaya suap Ferdy Sambo kepada staf LPSK pada Januari lalu.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, klaim video yang menyebut Ketua LPSK ditangkap gegara menerima suap kasus Bharada E merupakan informasi hoaks dan masuk kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
-
Belum Berhasil Ungkap Kasus Besar atau 'Big Fish', Ini Jejak Kinerja KPK Era Firli Bahuri
-
Bupati Kapuas Pakai Uang Hasil Korupsi Buat Bayar Lembaga Survei Poltracking Indonesia dan Indikator Politik Indonesia
-
Terkuak! Bupati Kapuas dan Istri Bayar 2 Lembaga Survei Pakai Duit Korupsi: Poltracking Indonesia dan Indikator Politik
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Juara Baru Bersinar di Final MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo
-
Iftar Buffet Wyndham Opi Hotel Palembang Diskon 20 Persen, Ini Menu dan Paket Menginapnya
-
PTBA Serahkan Fasos dan Fasum, Dorong Permukiman Lebih Layak dan Tertata
-
Belajar AI Tanpa Ribet, Internet BAIK Festival Telkomsel Bikin Pelajar Jambi Level Up Skill Digital
-
7 Fakta Kebakaran Hebat di Pabrik Singkong Lampung Tengah yang Viral di Medsos
-
Cek Fakta: Benarkah Klaim Jokowi Resmi Jadi Wantimpres?
-
Film Baru Charlies Angels Siap Diproduksi, Kembalinya Tiga Sosok Ikonik ke Layar Lebar
-
Viral Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Parah, Metro Gempar
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket
-
Anggota DPR Soroti Pengeroyokan Sopir Truk oleh 5 Pegawai Bea Cukai di Batam