Suara Sumatera - Pasangan suami istri (pasutri) di Meranti Riau harus berurusan dengan polisi terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang mencapai Rp1,119 miliar.
Pasutri Joko (34) dan Ika (36) ditangkap usai korbannya bernama Susanto melaporkan kasus tersebut pada 9 Desember 2022 lalu.
Kapolres Meranti AKBP Andi Yul LTG mengungkapkan bahwa pasutri tersebut kenal dekat dengan keluarga korban karena selain hidup bertetangga.
Pelaku Joko juga merupakan anak adopsi dari salah seorang famili jauh keluarga Susanto.
Kronologi penipuan bermula dari pasutri ini yang meminjam uang sebesar Rp70 juta ke orangtua Susanto untuk membangun rumah.
Kepada Susanto, kedua pelaku akan menjanjikan akan dikembalikan setelah rumah selesai dibangun. Namun bukannya mengembalikan uang yang dipinjam, tersangka Ika malah melancarkan aksi kejahatan lainnya ke keluarga Susanto.
Ika kemudian menelepon ibunda Susanto dan mengaku sebagai pegawai bank yang akan memberikan hadiah. Syaratnya, uang di rekening harus terlebih dahulu dikosongkan.
Mendengar iming-iming itu, orangtua korban lalu pergi bersama Ika untuk menarik semua uang di dalam tabungan. Dari aksinya ini, Ika berhasil memindahkan uang dari rekening korban ke rekening pribadinya sebesar Rp64 juta.
Aksi penipuan terus berlanjut. Kini giliran Joko Selamat melancarkan aksinya. Joko meminjam uang kepada orangtua korban dengan alasan untuk biaya berobat sebesar Rp70 juta.
Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Akhirnya Tanggapi Bupati Meranti yang Marah-marah soal DBH
Entah ilmu apa yang dipakai Ika Mulyani, dia berhasil merayu ibu Susanto untuk menyerahkan perhiasan emas seberat 500 gram.
Ika menjanjikan akan menyimpan emas tersebut ke save box salah satu bank. Anehnya, ibu Susanto menuruti saja apa yang diminta Ika.
Emas itu ujung-ujungnya dijual Ika melalui forum jual beli (Fjb Selatpanjang) di media sosial. Hasil penjualannya, tidak disetorkan ke ibu Santo.
"Hanya 20 gram yang disimpan ke pegadaian. Sisanya dijual. Dari beberapa kali melancarkan aksinya ini, keluarga Susanto menderita kerugian sebesar Rp900 juta," beber Kapolres Andi.
Selain menipu keluarga Susanto, pasutri yang memiliki dua anak ini juga menipu M Kamil. Waktu itu pasutri ini mengaku memiliki kebun sawit di Tanjungbuton Siak dan akan dijual seharga Rp200 juta. Karena tertarik, M Kamil menyerahkan uang uang muka sebesar Rp 100 juta. Setelah dapat uang tersebut, pasutri ini pun menghilang.
Empat orang korban lainnya, Maharani, Salbiah, Istiqomah dan Nursiati ditipu Ika dengan modus investasi berbunga 10 persen.
Dari sini, Mahari mengalami kerugian Rp 22 juta, Salbiah Rp 55 juta, Istiqomah Rp 30 juta dan Nursiati Rp 17 juta. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Warga Dukung MBG Demo di DPRD Sumsel, Siapa Sebenarnya Massa yang Turun ke Jalan?
-
Lebih dari Sekadar Panutan: Cara Anak Sulung Mengembangkan Diri Bersama di Persulungan
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Menurut Feng Shui, Lukisan Sebaiknya Dipajang di Mana? Ini Lokasi yang Bisa Bikin Hoki
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi di Pegadaian, Kepala Unit Layanan Syariah Jadi Tersangka
-
Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
Menakar Kontrol Sosial Masyarakat Modern Lewat Kasus Penyekapan di Bandung
-
Dari Wahana Bermain hingga Workshop Kreatif, Ini Cara Baru Isi Liburan Sekolah Jadi Lebih Bermakna