- BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen.
- Kinerja tersebut juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 yang tercatat sebesar 5,29 persen secara year on year.
- Ekonomi nasional tetap terjaga meski perekonomian global menghadapi perlambatan.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) RI mencatat perekonomian Indonesia tetap mampu tumbuh solid sepanjang 2025 di tengah tekanan ekonomi global. Secara kumulatif, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen sepanjang tahun 2025.
Kinerja tersebut juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 yang tercatat sebesar 5,29 persen secara year on year. Capaian ini menunjukkan ekonomi nasional tetap terjaga meski perekonomian global menghadapi perlambatan.
Hal ini diumumkan oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar di Kantor BPS RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
"Secara kumulatif, ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen,” ujar Amalia.
Dalam kesempatan itu, Amalia menyoroti kondisi ekonomi global sepanjang 2025. Ia menyebut tekanan eksternal masih cukup kuat, baik dari sisi pertumbuhan maupun inflasi.
“Pada bulan Januari 2026, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 secara global tumbuh 3,3 persen dan negara berkembang ekonominya tumbuh sekitar 4,4 persen,” kata Amalia.
Menurutnya, proyeksi tersebut juga memperlihatkan tekanan inflasi yang relatif lebih tinggi di negara berkembang. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi perekonomian nasional, termasuk Indonesia.
“Hasil proyeksi IMF ini juga menunjukkan bahwa inflasi negara berkembang pada tahun 2025 relatif lebih tinggi dibandingkan kondisi global,” katanya.
Di tengah situasi global tersebut, Amalia menilai kinerja ekonomi sejumlah mitra dagang utama Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan. Meski sebagian negara mengalami perlambatan, aktivitas ekonomi regional tetap berjalan.
Baca Juga: Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2029 Bisa Dekati 8 Persen, Jika Saya Masih Menkeu
“Dengan gambaran tersebut kita dapat melihat bahwa ekonomi beberapa mitra dagang utama Indonesia tetap tumbuh di tengah pertumbuhan ekonomi global yang penuh tantangan di tahun 2025,” ucapnya.
Dari sisi domestik, BPS mencatat konsumsi masyarakat tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025. Hal ini tercermin dari berbagai indikator belanja dan transaksi ekonomi yang terus meningkat.
“Pergerakan konsumsi masyarakat ditunjukkan oleh indeks penjualan eceran riil yang pada Q4 2025 ini tumbuh baik secara year-on-year maupun secara kumulatif,” jelas Amalia.
Ia menambahkan, aktivitas ekonomi juga tercermin dari peningkatan transaksi digital. Pertumbuhan transaksi daring menunjukkan pergerakan ekonomi masyarakat masih cukup kuat di akhir 2025.
“Transaksi online, baik yang e-retail maupun marketplace tumbuh sebesar 12,2 persen secara quarter-to-quarter,” katanya.
Selain konsumsi, investasi juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Realisasi investasi, baik dari dalam negeri maupun asing, tercatat tumbuh signifikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T
-
Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel
-
Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya
-
Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia
-
Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat
-
Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat
-
Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya