Suara Sumatera - Ketua Dewan Syura Partai Ummat Amien Rais mendadak minta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memohon maaf ke rakyat Indonesia.
Hal ini guna menyusul suara penolakan terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi. Secara khusus ia menyoroti soal kritik kepada Puan Maharani yang badannya diilustrasikan sebagai tikus oleh BEM UI.
DIkatakan Amien Rais, Puan hanyalah jadi “korban” dari kebijakan seorang Jokowi.
“BEM UI suara mahasiswa yang mewakili suara dan aspirasi rakyat, maka manfatkanlah 20 bulan sisa umur politik Anda, untuk apa? Untuk minta maaf ke rakyat Indonesia karena Anda sampai sekarang belum minta maaf sekalipun gagal menyejahterakan rakyat,” ujar Amien Rais.
“Seluruh keanehan dan kemustahilan politik yang terbaca di atas permukaan, dari UU Cipta Kerja yang disahkan, pemindahan Ibu Kota ke Kaltim secara serampangan, itu semua berhulu pada keputusan istana yang sama sekali tidak peka pada kesengsaraan rakyat kebanyakan,” tambahnya.
Ketua Dewan Syuro Partai Ummat itu, Jokowi dinilai sudah hampir menjadi pemimpin otoriter alias otokrat. Hal ini karena menurutnya Jokowi sudah mengendalikan lembaga-lembaga yang ada di Indonesia dan berusaha agar bisa memperpanjang masa kekuasaan.
“Jokowi nyaris sudah menjadi seorang otokrat, mengapa? DPR, DPD, MPR, MK, SELURUH kementerian, Polri, atau mungkin TNI mulai digarap, memang itu sesuai arahan Pak Jokowi,” ungkapnya.
“Jokowi karena berambisi memperpanjang umur kepresidenannya dengan 3 periode, dengan segala macam taktik dan langkah di luar batas demokrasi juga sudah sangat kelewatan dan kebablasan,” tambahnya.
Amien Rais mengungkapkan apresiasinya pada mahasiswa yang menurutnya sedang melawan Jokowi yang mulai otokrat karena Jokowi sudah kelewatan sebagai pemimpin.
Baca Juga: Hasil NBA: Brandon Ingram Triple-double, Pelicans Gasak Nuggets 107-88
“BEM UI dengan keberanian moralnya dalam menyampaikan Puan seperti tikus sebetulnya sedang melawan otokrat Jokowi yang sudah kelewatan. Jadi bagus, sebuah kezaliman yang jelas ada di mata kita memang tidak bisa dibiarkan,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, BEM UI merilis video pendek yang menggambarkan sosok Putri dari Megawati tersebut memiliki gambar tikus.
Video sindiran tersebut diketahui dibuat sebagai simbol tidak setujunya mahasiswa terhadap DPR usai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Cipta Kerja disahkan menjadi Undang-undang dalam rapat Paripurna Senin, 20 Maret 2023 lalu. Mereka (Mahasiswa) bahkan menjuluki DPR sebagai 'Dewan Perampok Rakyat.
Berita Terkait
-
Kilas Balik 5 Alasan Wayan Koster Tolak Timnas Israel: Bom hingga Soekarno
-
Dikritik Pedas soal Tragedi Kanjuruhan, Gibran: Maaf Saya Salah
-
Piala Dunia U-20 Tak Jadi di Indonesia, Pelatih Israel Ungkap Kelegaan
-
Berapa Biaya yang Diberikan Indonesia ke FIFA untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20?
-
Gibran Singgung Host City Agreement Piala Dunia U-20, Mantan Wali Kota Solo Beri Tanggapan Menohok
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Setelah Penantian 12 Tahun, Akhirnya Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026