/
Minggu, 02 April 2023 | 12:01 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ([dok Pemprov Jateng])

Suara Sumatara- Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. FIFA mencoret Indonesia sebagai penyelenggara perhelatan Internasional yang tinggal menunggu hari tersebut.

Keputusan FIFA itu didasarkan pada pertimbangan situasi terkini, mengacu isi keterangan tertulisnya pada Rabu (29/3). 

Walau tidak merinci maksud "situasi terkini", pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA disinyalir karena penolakan timnas Israel tampil di Tanah Air oleh sejumlah pihak.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali Wayan Koster merupakan kepala daerah yang lantang menyuarakan penolakan kedatangan timnas Israel di Indonesia.

Akibat pencoretan Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia ajang sepak bola itu, muncul narasi yang menyatakan Ganjar dicopot Presiden Jokowi dari posisi sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Klaim tersebut beredar di YouTube pada 30 Maret 2023, dan sudah diputar hingga 30 ribu kali.
"BUNTUT PANJANG GAGALNYA PIALA DUNIA U20 DI INDONESIA GANJAR DAN KOSTER DI PECAT DARU JABAAATAN GUBERNUR DAN HARUS BERTANGGUNG JAWAB??
presiden tak tinggal diam jadi tuntutan netizen,".

Dengan demikian, apakah benarkah Ganjar dipecat dari jabatan gubernur pada 30 Maret?

Penjelasan:

Ganjar, yang ditemui di Semarang pada Kamis (30/3), mengaku kecewa dengan keputusan FIFA itu, sebagaimana diberitakan ANTARA. 

Baca Juga: Bertangan Mirip Popeye, Pria Pekanbaru Ini Sebut Ayahnya Pernah Bunuh Kepiting Besar

"Mengenai sikap penolakan saya atas kehadiran tim Israel dalam kejuaraan dunia FIFA U-20 di Bali, merupakan wujud tanggung jawab saya sebagai Gubernur Bali," kata Koster.

Kedua kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan itu terpantau masih mengemban jabatan gubernur di daerah masing-masing pada 30 Maret 2023.

Tidak ditemukan berita resmi soal pencopotan Gubernur Ganjar maupun Gubernur Koster oleh Presiden Jokowi pada 30 Maret 2023.

Kesimpulan:

Narasi di YouTube itu dikatagorikan sebagai kabar bohong atau hoaks.

Load More