/
Selasa, 04 April 2023 | 13:13 WIB
Erick Thohir, Ketua Umum PSSI. (Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana)

Suara Sumatera -  Panitia pelaksana Piala Dunia U-20 resmi dibubarkan. Pembubaran dilakukan pada Senin 3 April 2023, menyusul batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. 

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan apresiasinya kepada panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan ajang sepakbola terbesar kedua di dunia. Erick minta kepada seluruh panitia tak kehilangan semangat untuk mendukung sepakbola nasional.

"Kemarin Presiden sudah datang ke lapangan untuk membubarkan timnas U-20 secara resmi. Hari ini, dengan berat hati, saya mengundang seluruh panitia untuk memberitahukan bahwa tim ini saya bubarkan. Ini pengalaman berat yang saya harapkan makin mendewasakan kita," ujar Erick dalam keterangan tertulis, Selasa (4/4/2023). 

Menteri BUMN ini berharap sepakbola nasional bisa bangkit kembali pasca pembatalan Piala Dunia U-20. 

"Saya yakin pecinta sepakbola nasional punya perasaan dan kesedihan yang sama atas pembatalan ini. Namun saya yakin kita bisa bangkit kembali. Mengapa? Saya percaya pecinta sepakbola punya komunitas yang sangat kuat dan respon mereka sangat luar biasa," ujarnya. 

Erick juga juga memberikan sertifikat penghargaan kepada seluruh panitia yang diwakili setiap departemen. Dirinya meminta sertifikat itu dipajang.  

"Sertifikat ini tolong dipajang. Bukan untuk ditangisi, tapi untuk pengingat saja karena saya berprinsip dan itu saya alami sendiri, bahwa kita akan sukses karena sering jatuh,"  ungkapnya. 

Buktikan Stadion untuk Piala Dunia U-20 sudah siap digunakan

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa semua stadion, baik stadion utama maupun stadion latihan untuk pertandingan Piala Dunia U-20 sudah siap digunakan.

Baca Juga: Sekjen Kemnaker: Keterbukaan Informasi Publik Merupakan Hak Setiap Warga Negara Indonesia

Dirinya membantah tudingan masalah infrastruktur yang membuat FIFA membatalkan ajang yang diikuti 24 negara itu.

"Kami sudah menyiapkan semuanya. Sejak 31 Maret, saat FIFA memeriksa tahap akhir finalisasi stadion, semua dinyatakan oke. Jadi tidak benar jika sekarang ada yang bilang batal karena infrastruktur stadion. Gak benar itu," kata Basuki.

Basuki menjelaskan bahwa Kementerian PUPR melakukan renovasi lima venue untuk pertandingan serta renovasi 20 lapangan untuk latihan dengan total biaya Rp 155,17 miliar.

"Kami komitmen dengan tugas yang diberikan. Apalagi ajang Piala Dunia U-20, seperti yang dikatakan pak Erick merupakan ajang terbesar kedua FIFA, sehingga kami tidak main-main demi menjaga amanah Presiden demi suksesnya turnamen tersebut. Kami juga tengah memperbaiki stadion-stadion lainnnya di Indonesia agar sesuai dengan standar FIFA," ungkapnya.

Selain Stadion Utama Gelora Bung karno, kata Basuki, renovasi lima stadion utama lainnya meliputi, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (venue utama) di Sumatera Selatan, 4 Lapangan Latihan (Bumi Sriwijaya dan Atletik, Baseball & Panahan, Jakabaring) dengan biaya Rp 43,35 miliar. 

Kemudian Stadion Si Jalak Harupat (venue utama), 4 Lapangan Latihan (Gelora Bandung Lautan Api, IPDN, Jati Padjajaran, & Sidolig) dengan biaya Rp 53,97 miliar. 
Stadion Manahan, Solo (venue utama), 4 Lapangan Latihan (Sriwedari, Banyu Anyar, Sriwaru, dan Kota Barat) dengan biaya Rp 16,82 miliar. 

Load More