Suara Sumatera - Gus Miftah akhirnya buka suara mengenai dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus pencucian uang tersangka penipuan robot trading ATG Wahyu Kenzo.
Gus Miftah membantah tegas ikut menikmati aliran dana penipuan robot trading ATG yang diberikan Wahyu Kenzo senilai Rp900 juta.
Menurut Gus Miftah, di Desember 2021 lalu ia mengadakan konser amal sekaligus melelang blangkon miliknya. Lelang ini adalah yang kedua kali digelar di mana pada lelang pertama Gus Miftah berhasil mendapatkan Rp200 juta dari lelang blangkon.
"Karena blangkon pertama saya laku Rp 200 juta, maka waktu itu saya membuat harga terendah untuk bit, menawar Rp 200 juta," kata Gus Miftah ditemui di Cipete, Jakarta Selatan pada Jumat (14/4/2023) dikutip dari Suara.com.
Lelang blangkon tidak dilakukan secara langsung, melainkan live di media sosial. Nama Wahyu Kenzo kemudian menjadi pemenang. Ia mentransfer Rp 900 juta yang diperuntukkan buat amal.
"Uangnya, semua untuk charity. Jadi tidak ada satu rupiah pun kita pakai," tegas Gus Miftah.
Jangankan menggunakan uang tersebut secara pribadi. Gus Miftah Malah mengaku menombok ratusan juta rupiah.
"Dari 900 juta yang kita dapatkan, saya keluarkan hampir Rp 1,5 m (miliar) artinya saya nombok untuk charity," jelas Gus Miftah.
Maka dengan adanya penjelasan ini, Gus Miftah merasa aneh. Bagaimana bisa hal itu dianggap sebagai tindak pidana pencucian uang.
Baca Juga: Menghadapi Masa Depan Manusia: Pandangan Menarik Yuval Noah Harari
"Jadi kalau disangkakan saya menerima itu, bagian dari TPPU, kok berlebihan?" ucapnya.
Sejauh ini, Gus Miftah masih berdiskusi mengenai langkah apa yang ditempuh untuk orang-orang yang tanpa konfirmasi mengatakan dirinya menikmati uang hasil dugaan penipuan Wahyu Kenzo tersebut.
Berita Terkait
-
Gus Miftah Blak-blakan soal Duit Wahyu Kenzo, Ngaku Nombokin hingga Rp 1,5 Miliar buat Amal
-
[Cek Fakta] Atta Halilintar dan Raffi Ahmad Dilaporkan ke Polisi Terkait Robot Trading?
-
Nagita Slavina Minta Uang Rp 1 Triliun, Raffi Ahmad: Ini Gue Lagi Digosipin Pencucian Uang
-
Doddy Sudrajat Pamer Mobil Baru Lalu Bilang 'Yang Penting Bukan Pencucian Uang', Sindir Haji Faisal?
-
Lagi, Rijatono Lakka Penyuap Lukas Enembe Kini Berstatus Tersangka Kasus TPPU
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica