/
Jum'at, 05 Mei 2023 | 17:58 WIB
Ilustrasi berhubungan intim (Shutterstock)

Suara Sumatera - Hubungan seksual gaya doggy style sudah umum diketahui pasangan suami-istri. Namun, masih ada sejumlah anggapan keliru yang berujung negatif.

Ada yang menyebutkan bahwa hubungan seks dengan gaya doggy style bisa merusak vagina. Benarkah begitu?

Dokter spedialis kandungan, dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes menegaskan, anggapan tersebut adalah keliru. Ia membenarkan kalau gaya doggy style memang membuat penetrasi penis bisa lebih masuk ke dalam tubuh perempuan. 

Tetapi, hal tersebut tidak lantas akan merusak bentuk vagina.

"Ada yang bilang, takutnya kan vagina robek, karena rahim terlalu terdorong, dan nanti jadi kendor. Apakah benar? Enggak benar," jelas dokter Dara dikutip dari tulisannya di akun Twitter pribadinya, Kamis (4/5/2023).

Justru yang terjadi ketika pasangan melakukan doggy style, lanjutnya, hubungan seksual bisa lebih terasa menyenangkan.

"Justru doggy style ini menyenangkan karena perempuan itu terasa terdorong banget penis suaminya ke dalam vaginanya. Sehingga dia merasa lebih “eh”, lebih kena," tuturnya.

Selain itu, otot vagina juga sangat elastis. Sehingga tidak mudah bisa rusak terutama saat berhubungan seksual. 

"Bayi aja bisa keluar kok. Apalagi cuma penis," imbuh dokter Dara.

Baca Juga: CEK FAKTA: Putri Candrawathi Nekat Telanjang Depan Hakim Gara-gara Bandingnya Ditolak, Benarkah?

Tetapi, pada kasus-kasus tertentu seperti pemaksaan hubungan seksual, tak dipungkiri dokter Dara kalau “kerusakan” vagina bisa saja terjadi karena ada pemaksaan. Sedangkan dalam kondisi di mana pasangan merasa baik-baik saja, justru doggy style menjadi menyenangkan.

"Ketika tidak dipaksa, doggy style ataupun gaya-gaya yang lain tidak ada bahayanya untuk vagina. Doggy style itu menyenangkan karena vagina bisa merasakan penis masuk ke dalam banget," pungkasnya.

Load More