/
Selasa, 09 Mei 2023 | 18:19 WIB
Presiden Jokowi. ([YouTube Sekretariat Presiden])

Suara Sumatera - Sebuah narasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram dengan anggota DPR yang berkhianat lantaran gudang emas ditemukan.

Informasi Jokowi kesal dengan anggota DPR tersebut disebarkan oleh kanal YouTube bernama KABAR NEWS tanggal 14 April 2023. 

Adapun narasi judul video yang dibagikan sebagai berikut:

“GUDANG EMAS DITEMUKAN, JOKOWI G£RM DGN ANGGOTA DPR YG B£RKH!AN4T” 

Selain judul, video tersebut menunjukkan thumbnail yang memperlihatkan Kapolri, Presiden Jokowi, dan Menpora Dito Ariotedjo berada dalam sebuah ruangan berisi banyak emas.

Lantas benarkah klaim dengan narasi demikian?

PENJELASAN
Dari penelusuran, klaim video yang menyebut Jokowi geram terhadap anggota DPR pasca penemuan gudang emas merupakan kabar yang keliru.

Nyatanya, thumbnail dan video yang diunggah merupakan hasil editan disertai dengan narasi yang menyesatkan. Video merupakan hasil editan dari beberapa kumpulan video yang tidak ada kaitannya dengan gudang emas yang ditemukan ataupun DPR yang berkhianat.

Video pertama yang dicuplik adalah video pernyataan Dito Ariotedjo usai dilantik Presiden menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada tanggal 3 April 2023. Video pernyataan lengkap tersebut diunggah oleh akun Youtube KOMPASTV.

Baca Juga: CEK FAKTA: Sule Kecewa, Rizky Febian Pilih Murtad Demi Lamar Mahalini Raharja, Benarkah?

Video kedua yang diunggah adalah video yang diunggah oleh akun Youtube KOMPASTV pada tanggal 20 Maret 2023 dengan judul: “Penjelasan Lengkap Mahfud MD Soal Transaksi Janggal Rp 349 triliun di Kemenkeu”.

Video ketiga berisi pidato lengkap Presiden Jokowi di KTT G20 di depan para pemimpin dunia pada tanggal 15 November 2022 yang diunggah oleh akun Youtube KOMPASTV.

KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, video tersebut merupakan kumpulan cuplikan video pernyataan Dito Ariotedjo usai dilantik jadi Menpora, penjelasan lengkap Mahfud MD soal transaksi janggal Rp 349 triliun di Kemenkeu, serta video pembukaan KTT G20 di Bali.

Dengan demikian, video yang dimaksud merupakan kabar hoaks dan masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi. 

Load More