Suara Sumatera - Seorang guru muda di Pangandaran, Husein Ali Rafsanjani mengundurkan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) usai melaporkan dugaan pungutan liar (pungli).
Hal ini membuat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turun tangan. Susi mengaku telah menghubungi Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata.
"Barusan saya dapat telepon dari bupati, dia ada di Bandung dan mau ketemu sdr Husein mau ngobrol dari hati ke hati," cuit Susi di akun Twitter @susipudjiastuti, dikutip Rabu (10/5/2023).
Susi mengaku bahwa bupati berjanji tidak akan segan-segan untuk bertindak jika memang anak buahnya salah.
"Beliau berjanji kalau memang anak buahnya yang salah beliau tidak akan segan-segan untuk bertindak. Beliau berjanji akan kabari lagi setelah pertemuan," cuitnya.
Sebelumnya, dalam video yang diunggah di akun TikTok @husein_ar, mulanya Husein menjalani latihan dasar sebelum ditugaskan sebagai guru ASN. Saat ituia dimintai uang untuk kegiatan latihan dasar yang berlokasi di Bandung.
Kemudian, Husein kembali dimintai uang saat latihan latsar Rp 350 ribu. Dirinya pun kesal lantaran ketidakjelasan tujuan dimintai uang bagi anggota yang mengikuti latsar.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Husein, saya minta maaf kalau jadi perhatian banyak orang. Saya cuma mau menjelaskan detailnya kenapa saya bisa speak up dan bisa berani untuk mengundurkan diri," kata Husein dalam video dikutip Rabu (10/5/2023).
"Awalnya tuh waktu latsar di tahun 2020, setelah kita mendapat surat tugas dengan detail anggaran yang sudah dibiayai negara, tiba-tiba H-seminggu kita disuruh bayar uang transport. Yang bikin jengkelnya tuh ikut ngga ikut rama rombongan, kalau saya kan naik motor dari Pangandaran ke Bandung, ada juga kan orang yang gak bisa ikut karena lagi hamil atau lagi sakit itu juga disuruh bayar. Terus waktu lagi latsar tiba-tiba ditagih lagi uang sebesar Rp 350 ribu," sambungnya.
Baca Juga: Kini Dilamar Rizky Febian, Mahalini Jawab soal Jika Diajak Pindah Agama
Pada kondisi itu, Husein bercerita gajinya selama tiga bulan belum dibayar, karena bakal dibayarkan sekaligus.
"Walaupun under satu juta lah, bagi beberapa orang bukan seberapa, tapi bagi kita agak berpengaruh gitu. Apalagi waktu itu gaji selama 3 bulan belum dibayar. Benar-benar belum dibayar, lagi di rapel katanya," ungkap Husein.
"Cuma kan jadi berat banget gitu. Sampai yang nagih itu saya bilang saya enggak ada uang banget. Saya kasih screenshot isi rekening saya, enggak ada, di Rp 500 ribu aja enggak ada di rekening waktu itu," cetusnya.
Husein kemudian berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke situs lapor.go.id, layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat milik pemerintah.
"Jadi saya lapor aja. Saya kasih cantumannya, saya kasih screenshot (chat) penagihannya, saya kasih bukti transfer di situ dengan kata-kata yang baik, dengan kata-kata yang saya pikirkan bersama teman-teman saya," jelasnya.
Tak lama setelah laporannya dikirim, Husein mengaku ditelepon oleh pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangandaran.
Tag
Berita Terkait
-
Heboh Guru Muda Mundur dari ASN Usai Lapor Dugaan Pungli
-
Heboh Anggota DPRD Batam Ribut dengan Warga, Ini Perkaranya
-
Viral! Pria Asal Amerika Nyamar Jadi Muslim dan Masuk ke Masjidil Haram: Mengapa Non Muslim Tak Boleh Memasuki Mekkah?
-
Viral Mencium Hajar Aswad Disebut Bisa Jadi Media Penularan Penyakit HIV/AIDS, Ini Penjelasan Prof Zubairi Djoerban
-
Viral Banyak Karyawan Toko Crepes Punya Luka Bakar di Tangannya, Warganet Debat Soal Risiko Kerja
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
4 Sampo Wardah yang Cocok untuk Rambut Rontok, Ketombe, dan Mudah Lepek
-
Pajak Tumbuh 22 Persen, Sektor Perdagangan dan Otomotif Topang Napas Ekonomi Lampung-Bengkulu
-
Kabar Gembira! Trump Hapus Jaminan Visa Rp245 Juta untuk Pemegang Tiket Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Phil Foden, Assist Ajaib Menyelamatkan Wajah Pep Guardiola
-
Asyik Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disidang Gerindra Besok
-
Marcelo Bielsa Coret Luis Suarez, Mimpi Main di Piala Dunia 2026 Pupus
-
Viral Tambang Emas Diduga Ilegal di Sijunjung, Aktivitas Lumpuh Diterjang Banjir
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Siasat Mafia Solar di Bandar Lampung: Gunakan 36 Plat Nomor Palsu Kuras 5 Ton BBM Subsidi Sehari
-
Kabar Duka untuk Persib: Ibu Bojan Hodak Wafat di Usia 86 Tahun