Suara Sumatera - Masyarakat diimbau untuk mengenali gejala dan tanda depresi terselubung pada lansia karena dapat mengurangi penurunan kualitas hidup.
Hal ini disampaikan oleh praktisi kesehatan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Ukuh Tri Anjarsari melansir Antara, Senin (29/5/2023).
"Depresi yang terus berlanjut bagi lansia dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan meningkatkan risiko kematian, seperti percobaan bunuh diri," katanya.
Dirinya mengaku depresi terselubung pada lansia ditandai dengan adanya keluhan sakit yang cukup dominan pada tubuh yang sekilas menyerupai penyakit umum dalam dunia medis, namun tidak dapat terdeteksi oleh deteksi medis.
Perasaan nyeri tubuh, otot tegang, jantung berdebar, serta perasaan tidak nyaman yang tidak dapat dideteksi oleh medis sering dialami oleh lansia dengan depresi terselubung.
Selain itu, penyakit kronis yang menyertai lansia dalam waktu yang panjang juga dapat menutupi adanya depresi terselubung karena sering dianggap sebagai bagian dari penyakit tersebut.
"Biasanya diagnosis dokter terkait penyakit ini sulit diterima oleh pasien dibandingkan dengan diagnosis penyakit fisik lainnya, padahal seiring bertambahnya usia ini akan berbahaya," ujarnya.
Depresi terselubung bukanlah istilah diagnosis medis yang digunakan dalam ilmu kedokteran jiwa, namun istilah ini dipakai ketika depresi terjadi kepada seseorang tanpa adanya gejala khas dan cenderung menunjukkan gejala fisik.
Secara umum orang yang mengalami gejala depresi terselubung terlihat baik-baik saja, produktif, dan tidak terlihat adanya gangguan psikis. Namun, mayoritas kalangan lansia tidak mengungkapkan rasa sedih karena umumnya mereka malu dan segan untuk mengungkapkannya.
"Maka sebagai anak yang merawatnya, kita harus peka terhadap adanya perubahan perilaku lansia yang mendadak," jelasnya.
Perubahan perilaku menjadi lebih menutup diri dari lingkungan, perubahan pola makan, dan pola tidur, menjadi beberapa tanda yang dapat dilihat pada lansia yang mengalami depresi terselubung.
Ukuh menganjurkan agar anak atau keluarga tetap memberikan perhatian kepada lansia agar tidak mengalami depresi terselubung serta membawanya dengan segera ke dokter untuk mempermudah proses pengobatan.
Berita Terkait
-
Penggunaan Media Sosial Malam Hari Picu Keterlambatan Tidur
-
Tak Hanya Sekadar Hobi, Ini 5 Manfaat Berkebun bagi Kesehatan Mental
-
Wanita dengan Siklus Menstruasi Tak Teratur Rentan Penyakit Kardiovaskular
-
6 Manfaat Daun Sendok bagi Kesehatan, Ampuh Membunuh Bakteri!
-
4 Jenis Olahraga Malam yang Ampuh Turunkan Berat Badan, Pernah Coba?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat
-
Film Antara Mama, Cinta, dan Surga: Tradisi yang Menekan Generasi Muda
-
Pengiriman 21 Kg Sabu ke Jakarta Gagal, 2 Kurir Narkoba Ditangkap di Deli Serdang
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
-
Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India
-
Jadwal Buka Puasa Jakarta Hari Ini 23 Februari 2026, Catat Waktu Magrib & Isya
-
Komisi XII DPR Minta ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan-Lebaran: Jangan Ada Kurang Pasokan
-
Seorang Pemotor Tewas Usai Tertemper Kereta Bandara di Perlintasan Kalideres Jakbar
-
Komisi III DPR Beri Deadline 1 Bulan ke Kapolri, Ambil Alih dan Sikat Habis Oknum Polisi Bermasalah!
-
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Ditunda: Tunggu Presiden Pulang