Suara Sumatera - Video yang memperlihatkan keluarga diduga korban kasus pencabulan di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, meminta bantuan Presiden Joko Widodo, karena adanya ancaman pembunuhan viral di media sosial.
Dilihat dari unggahan akun Instagram Ahmad Sahroni, terlihat seorang ibu dan beberapa anak-anaknya berada di dalam rumah menyampaikan pertolongan.
"Selamat sore Pak Presiden Pak Kapolri, Pak Kapolda Sumatera Utara, Pak Kapolres Madina. Kami memohon minta bantuan kepada orang bapak atas kejadian yang menimpa kami satu keluarga kami diancam dibunuh mulai dari pencabulan anak saya," kata ibu korban, dikutip Kamis (8/6/2023).
Wanita ini mengaku bahwa pelaku datang ke rumahnya melakukan penganiayaan terhadap seluruh keluarganya.
"Memukul anak saya mengancam suami ku akan dibunuh dan mengancam kami semua," ucapnya.
Akibat ancaman pembunuhan ini, dirinya mengatakan anak tidak berani sekolah.
"Dan anak saya dari bulan 3,tidak pernah sekolah karena takut kami keluar pak. Takut anak-anaku trauma anak-anaku sampai sekarang gak sekolah anak-anaku pak Kapolres," ungkapnya.
Dirinya juga mengaku kesulitan untuk makan sehari-hari karena takut keluar untuk bekerja.
"Kami susah makan pak karena gak pernah keluar gak pernah kerja dari bulan tiga gara-gara ancaman pelaku karena kata si pelaku kemanapun kami jumpa kami dibunuh," jelasnya.
Baca Juga: Masih Penasaran dengan Awal Mula Lemparan Maut Arhan? Ini Kisah Lengkapnya!
Dalam narasinya Ahmad Sahroni juga memohon kepada Presiden Jokowi untuk turun tangan memberikan bantuan.
"Bapak Presiden mohon sangat bantuan keluarga ini, kasian sekali," tulisnya seraya menautkan akun instagram Jokowi.
Unggahan Ahmad Sahroni ini langsung memantik netizen untuk meramaikan dan membantu penyelesaian kasusnya.
"Wah gawat kalo udah gitu, aparat harus turun cepat jangan lama lama," kata warganet.
"Aparat setempat kemana itu, dari kelurahan juga harus ikut mendampingi," kata warganet lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Langit New York Mendadak Memerah, Ternyata Negara Ini Menjadi Penyebabnya
-
Viral Angka Perceraian di Kota Padang Meningkat Gegara Acara Reuni Saat Lebaran
-
Kronologi Kasus Penipuan Pre-Order Iphone oleh Si Kembar, Kerugian Miliaran
-
Usai Ungkap Dugaan Setoran Ratusan Juta ke Atasan, Bripka Andry Menghilang!
-
Viral! Ekspresi Tatapan Kosong Gibran Rakabuming di Korea Selatan Sambil Tenteng Makanan!
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Ketua DPRD Kepri Kedapatan Pamer Naik Moge, GMNI Singgung Gaya Hidup Mewah
-
Logika Sesat Guru Ngaji Surabaya: Cabuli 7 Santri Pria di Bawah Umur Demi Hindari Zina dan Hamil
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Bus ALS Maut di Muratara Tetap Angkut Penumpang Meski Izin Mati Sejak 2020